Saksi Jelaskan Kesalahan Penyidik Soal Alat Bukti – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Saksi Jelaskan Kesalahan Penyidik Soal Alat Bukti

FAJARONLINE, JAKARTA- Mantan Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Achmad dihadirkan sebagai saksi pada persidangan ke tiga permohonan praperadilan yang diajukan Ilmah Arief Siradjuddin, Rabu, 6 Mei. Hamzah menjabat sebagai dirut PDAM pada saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus yang berujung penetapan tersangkan Ilham di akhir-akhir masa jabatannya sebagai walikota Makassar.

Dalam persidangan ini, Hamzah membeberkan ada enam dokumen yang masuk dalam daftar 31 dokumen yang disita KPK sebenarnya tidak berasal dari dirinya. Meskipun, pada bagian akhir daftar dokumen penyitaan ini disebutkan berasal dari Dirut PDAM Makassar atas nama Hamzah Achmad. Hamzah menyebut menandatangani berita acara penyitaan barang bukti ini tanpa mempermasalahkan enam dokumen yang tidak berasal dari dirinya.

“Dari 31 dokumen di situ, ada enam dokumen bukan dari saya. Mungkin itu dari mantan pejabat PDAM yang lain. Tapi saya tanda tangani 31 dokumen itu karena pikiran saya saat itu, memang itu adalah dokumen proses di PDAM. Jadi saya tidak persoalkan. Tapi bukan dari saya disita,” kata Achmad.

Saksi fakta lainnya, Oktavianus yang juga sudah didengar keterangannya menjelaskan bahwa sebagian alat bukti disita dengan manipulatif. Nyatanya hanya diambil dari orang lain.
“Dinyatakan di dalam dokumen berita acara penyitaan barang bukti dan surat tanda penerimaan barang bukti bahwa dokumen yang di sita oleh kpk Itu di bawah penguasaan saya. Padahal tidak,” kata Oktavianus.
Tidak satu pun dokumen yang disita darinya. Memang Oktavianus pernah diperiksa pada proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini tapi tidak pernah menyerahkan dokumen.
Hanya saja, Oktavianus mengaku terpaksa menandatangani alat bukti tersebut karena terpaksa. “Saya akhirnya tanda tangan setelah diberitahu oleh penyidik bernama Robby bahwa hal tersebut tidak akan berdampak apapun secara hukum,” tegas Oktavianus.
Selain itu keduanya membantah ada kerugian dalam kasus tersebut.
Baik Hamzah maupun Oktavianus menegaskan justru setelah kerja sama tersebut terjalin pada 2007, PDAM terus mengalami keuntungan demi keuntungan. “Bahkan PDAM Makassar sempat mengantungi penghargaan ISO 2012,” tegas Hamzah. *
Sidang akan dilanjutkan Kamis 7 Mei dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dari pihak KPK. (FO)

loading...
Click to comment
To Top