TNI Bedah Rumah Tak Layak Huni – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

TNI Bedah Rumah Tak Layak Huni

BATANG, RAJA – TMMD 2015  yang akan dilaksanakan di Kelurahan Amongrogo Kecamatan Limpung Kabupaten Batang dengan agenda perbaikan jalan desa dan bedah rumah warga, rencananya akan dimulai Kamis besok dihadiri KASAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Untuk menunjang pelaksanaan dan suksesnya acara ini Kepala Desa Amongrogo Kasmuri dan Danramil Limpung Kapten Infanteri Sugito berinisiatif untuk memulai terlebih dahulu dengan memperbaiki  mulut jalan awal program dan membedah satu rumah tak layak huni dengan mengerahkan anggota TNI dari Koramil Limpung agar dipembukaan nanti tinggal meneruskan saja.

Rumah yang dibedah ini milik mbah Martiman alias Tulus (70) di RT 01/RW 04, seorang petani miskin yang rumahnya memang sangat memprihatinkan karena hanya terbuat dari anyaman bambu yang sudah bolong-bolong dan tidak lengkap. Mbah Tulus tinggal berdua saja dengan istrinya, sedangkan dua anaknya merantau ke Jakarta sebagai buruh bangunan. Dipilihnya rumah mbah Tulus ini menurut Kasmuri karena letaknya yang berdekatan dengan awal jalan yang akan diperbaiki sehingga memudahkan dalam peresmian nanti. Rumah yang dibedah berukuran 5X7 meter ini hampir selesai, tinggal memasang atap dan lantai saja.

Kepada Rakyat Jateng Kasmuri menjelaskan, rumah yang dibedah ini dibuat dengan sebaik-baiknya dengan dinding tembok yang kokoh bahkan lantainyapun dari keramik. “Tetapi kami belum mendapatkan sambungan listrik. Semoga nanti ada bantuan lagi sehingga rumah ini benar-benar layak huni dan nyaman,” katanya.

Program TMMD yang diajukan tahun 2012 lalu baru terealisasi tahun ini. Jalan yang akan diperbaiki sepanjang kurang lebih 5 km menghubungkan desa Amongrogo dan desa Kemuning serta membedah 10 rumah tak layak huni.

Danramil Limpung Kapten Infanteri Sugito menambahkan, TMMD di Amongrogo ini akan melibatkan 300 personel TNI dari berbagai unsur. “Kehadiran kami adalah untuk membantu jadi jangan sampai memberatkan warga dalam hal apapun. Untuk konsumsi kami akan melibatkan ibu-ibu untuk memasak dengan biaya seluruhnya dari TNI dan setelah matang kita makan bersama-sama warga sebagai wujud manunggalnya kami. Anggota TNI adalah anggota masyarakat juga,” kata Sugito. (feb)

loading...
Click to comment
To Top