Kemenag Dorong Budaya Damai Pendidikan Agama – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Kemenag Dorong Budaya Damai Pendidikan Agama

SEMARANG, RAJA – Guru agama mempunyai tanggungjawab yang sangat berat, terutama dalam menanamkan moralitas, kesantunan, budi luhur dan kecerdasan. Selain itu, guru agama juga mempunyai kewajiban dalam menjaga keutuhan negara Indonesia dengan kedamaian dan kerukunan.

Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam pembukaan dialog lintas guru agama yang diselenggarakan Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag RI di Hotel Kesambi Semarang (6/5). Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Kesra Drs. Budi Wibowo, M.Si ini juga ditegaskan mengenai pentingnya guru agama diberi amunisi agama yang cinta damai.

Selama ini, muatan pendidikan agama hanya bersifat normatif-kognitif dengan menanamkan satu keyakinan bahwa agamanya yang paling benar. Soal ritual memang benar bahwa agamaku adalah agamaku dan agamu juga agamamu. Namun dalam makna luas, agama merupakan ajaran yang menanamkan nilai multikultural, kebersamaan dengan mengedepankan dialog.

Dalam mengakomodasi terwujudnya budaya damai melalui pendidikan agama, Kementerian Agama RI mengupayakan terwujud budaya dialog lintas guru agama. “Kemenag punya tanggungjawab besar dalam mendorong guru agama untuk memberikan ilmu positif tentang agama berwawasan damai” kata Kapuslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Dr HM Hamdar Arraiyyah MAg.

Senada dengan itu, Kepala Badan Diklat Prof H Abdurrahman Mas’ud MA PhD menegaskan pentingnya harmoni agama. “Sekolah harusnya menjadi agen perdamaian, namun dalam kenyataannya belum semua sekolah mampu menjadi agen perdamaian yang tepat” tegas Rahman. Ada sekolah yang masih belum bisa menghargai perbedaan, ada intoleransi sehingga ada ketidakharmonisan.

Oleh sebab itu, potensi besar sekolah dalam menjaga perdamaian perlu dikedepankan. Salah satu yang diperkuat adalah guru agama dibekali dengan cross culture understanding, multiculture of education dan metode-metode pembelajrn agma yang modern. Dengan pola itu,maka agama jauh konflik. (Ibr)

loading...
Click to comment
To Top