Pramono Kandidat Kuat Masuk Lingkaran Istana – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Pramono Kandidat Kuat Masuk Lingkaran Istana

JAKARTA – Ditengah gencarnya desakan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan reshuffle kabinet, PDI Perjuangan ternyata sudah mempersiapkan terobosan. Selain mengadakan dialog langsung dengan Jokowi di Istana Merdeka yang dihadiri pengurus dewan pengurus pusat (DPP) dan 33 ketua dewan pimpinan daerah (DPD) dari seluruh Indonesia kemarin (6/5), ternyata partai berlambang banteng moncong putih itu menyiapkan kader terbaik yang bisa dipilih Jokowi di tengah reshuffle.

Itu yang diungkpakan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Dikatakan bahwa persoalan yang dihadapi Jokowi sejak dilantik sangat berat. Mulai celah fiskal yang sempit, konflik antarlembaga tinggi negara, hingga warisan utang yang cukup besar.

“Kendala-kendala dalam hal percepatan infrastruktur juga masih besar,” ujar Hasto setelah mendaftarkan kepengurusan baru PDIP di kantor Kemenkum HAM di Jakarta kemarin

Lebih lanjut, Presiden tentu akan memperbaiki kinerja kementerian yang dinilai tidak mampu memuaskan publik. Bisa dengan reshuffle kabinet, mempercepat agenda pemerintah, atau cara-cara lainnya yang dinilai tepat oleh presiden. Yang jelas, menurut Hasto, PDIP tidak pernah mendorong presiden untuk melakukan reshuffle. Itu sepenuhnya urusan presiden dan PDIP hanya mendukung yang dilakukan presiden.

Meski demikian, Hasto tidak membantah bahwa PDIP juga memberikan masukan kepada presiden. Tentu apabila presiden meminta. Termasuk apabila diminta menyiapkan calon menteri jika reshuffle jadi dilakukan. “Sebagai parpol, kami siapkan kader terbaik untuk mengisi jabatan,” tambahnya.

Hingga saat ini, belum banyak nama yang muncul sebagai kandidat pengganti jika benar terjadi reshuffle untuk beberapa pos di kabinet.

Nama-nama itu tentu sulit bisa lepas dari dinamika politik dalam beberapa waktu ke depan. Salah satu yang paling deras bergulir adalah mantan Sekjen DPP PDIP Pramono Anung. Isu soal mantan wakil ketua DPR itu akan didorong untuk bisa masuk ke lingkaran istana berembus sejak Kongres IV PDIP di Bali awal April 2015. (dyn/owi/byu/bay/c10/kim/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top