Air Banjir di Grobogan Disedot – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Air Banjir di Grobogan Disedot

GROBOGAN, RAJA – Upaya untuk mengurangi rendaman air banjir di Desa Karangpasar, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah terus dilakukan. Salah satunya dengan menyedot air yang merendam di dataran rendah di bawah tanggul untuk dibuang ke Sungai Cabean. Hal ini diungkapkan oleh Santo Handoyo selaku Kordinator Salatiga Peduli Banjir, Kamis (7/5).

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai upaya untuk mengurangi air yang merendam ratusan hektar sawah, meskipun sekarang kami baru menggunakan dua alat penyedot air banjir, namun hasilnya cukup signifikan, dan ini terus kami lakukan agar semua air bisa terkuras habis,” papar Santo.

Santo juga mengaku bahwa pihaknya banyak mendapat dukungan dari berbagai ormas di antaranya PMI Salatiga, Ungaran Peduli, Magetan Peduli, Semarang Peduli, Jogja Peduli, Pati Peduli, Palupi Peduli, SARDA Jateng dan Keluarga Besar Tentara Pelajar SA/CSA Jateng.

“Selain itu kami juga akan melakukan penyedotan dan pembersihan sumur-sumur di desa Karangpasar,” imbuh Santo.

Pihaknya juga berharap dengan kegiatan tersebut pemegang otoritas setempat menindak lanjuti agar persoalan air banjir ini terselesaikan, sehingga para petani juga bisa kembali menggarap sawahnya, harap Santo.

Salah seorang warga Desa Karangpasar Jasmo (35) mengaku sangat senang, karena dengan alat penyedot airnya cepet surut. “Sebab jika tidak memakai alat penyedot air akan lama surutnya, sehingga akan menghambat warga yang hendak menggarap sawahnya lagi pasca kena banjir,” jelasnya.

Sementara itu pagi kemarin puluhan pengungsi asal Desa Tajemsari yang selama ini menempati GOR Desa Tegowanu Wetan dipulangkan dengan memakai truk dari Kodim 0717 Purwodadi. Puluhan pengungsi tersebut rencananya akan menempati sebuah gedung Madrasah setempat, sehingga tidak terlalu jauh dari tempat tinggal para pengungsi. Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Desa Tajemsari Dwi Winarno.

Dwi menjelaskan bahwa warga meminta pulang karena banjir sudah mulai surut, walaupun tempat tinggal mereka belum bisa ditempati karena terkena banjir. “Tapi warga untuk sementara akan menempati gedung Madrasah yang ada di Desa Tajemsari sampai rumah warga benar-benar bisa di tempati kembali,” terang Dwi Winarno. (awg)

loading...
Click to comment
To Top