Astaga… Dinasehati Suami, Perempuan Ini Malah Tebas Suaminya dengan Parang Ulang-Ulang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Astaga… Dinasehati Suami, Perempuan Ini Malah Tebas Suaminya dengan Parang Ulang-Ulang

SAMARINDA – Seorang perempuan, Sumuardiana (36), warga Samarinda Ilir, tega melayangkan parang ke suaminya, Muthalib (36), dini hari kemarin sekitar pukul 02.00 Wita.

Menurut keterangan Sumardiana, dirinya dilarang keluar rumah oleh pria yang akrab disapa Abdul tersebut.

“Karena tidak punya uang dan beras. Padahal dia sering janji bakal kasih nafkah,” ungkap Sumardiana. Tak terlalu menggubris pesan sang suami tersebut, Sumardiana yang baru dua bulan mengarungi bahtera rumah tangga dengan Abdul itu tetap ngotot keluar.

Abdul masih sempat menegur agar tetap di rumah. Keduanya pun sempat cekcok hingga sedikit mengganggu istirahat tetangga sekitar. Tak ingin menjadi pusat perhatian, Abdul sempat membiarkan istrinya itu keluar. Rumah pasangan yang beralamatkan di Jalan Sejati, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, itu sempat sunyi.

Namun, Sumardiana keburu emosi. Parang yang berada di luar rumah malah dijadikan sebagai alat pelampiasan kepada suaminya itu. “Saya keburu emosi,” ungkap Sumardiana.  Sudah keburu emosi, parang yang sudah dipegang langsung ditebaskan ke kepala suaminya.

Beruntung, tebasan Sumardiana tak terlalu kencang. Abdul masih sempat melawan. Namun, usaha Abdul hanya sebatas untuk mengambil parang yang digunakan istri sirinya tersebut.

Rupanya, Sumardiana tak hanya sekali menebaskan parang kepada suaminya. Kali kedua, tangan kanan Abdul yang jadi target selanjutnya. “Dia memang menghindar sambil menangkis,” ujar Sumardiana.

Korban langsung dilarikan ke RSUD AW Sjahranie untuk mendapatkan perawatan. Sementara Sumardiana langsung menyerahkan diri. “Saya telepon kantor polisi. Karena saya takut sama keluarga suami saya itu,” ungkapnya.

Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Suryono menjelaskan, polisi masih mendalami motif asli kasus penumpasan yang dilakukan Sumardiana.

“Sementara yang kami sangkakan adalah Pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun,” tegas Suryono. Selain itu, polisi juga masih menunggu korban apakah akan melanjutkan kasus tersebut. (*/dra/er/k9)

loading...
Click to comment
Hukum

Astaga… Dinasehati Suami, Perempuan Ini Malah Tebas Suaminya dengan Parang Ulang-Ulang

SAMARINDA – Seorang perempuan, Sumuardiana (36), warga Samarinda Ilir, tega melayangkan parang ke suaminya, Muthalib (36), dini hari kemarin sekitar pukul 02.00 Wita.

Menurut keterangan Sumardiana, dirinya dilarang keluar rumah oleh pria yang akrab disapa Abdul tersebut.

“Karena tidak punya uang dan beras. Padahal dia sering janji bakal kasih nafkah,” ungkap Sumardiana. Tak terlalu menggubris pesan sang suami tersebut, Sumardiana yang baru dua bulan mengarungi bahtera rumah tangga dengan Abdul itu tetap ngotot keluar.

Abdul masih sempat menegur agar tetap di rumah. Keduanya pun sempat cekcok hingga sedikit mengganggu istirahat tetangga sekitar. Tak ingin menjadi pusat perhatian, Abdul sempat membiarkan istrinya itu keluar. Rumah pasangan yang beralamatkan di Jalan Sejati, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, itu sempat sunyi.

Namun, Sumardiana keburu emosi. Parang yang berada di luar rumah malah dijadikan sebagai alat pelampiasan kepada suaminya itu. “Saya keburu emosi,” ungkap Sumardiana.  Sudah keburu emosi, parang yang sudah dipegang langsung ditebaskan ke kepala suaminya.

Beruntung, tebasan Sumardiana tak terlalu kencang. Abdul masih sempat melawan. Namun, usaha Abdul hanya sebatas untuk mengambil parang yang digunakan istri sirinya tersebut.

Rupanya, Sumardiana tak hanya sekali menebaskan parang kepada suaminya. Kali kedua, tangan kanan Abdul yang jadi target selanjutnya. “Dia memang menghindar sambil menangkis,” ujar Sumardiana.

Korban langsung dilarikan ke RSUD AW Sjahranie untuk mendapatkan perawatan. Sementara Sumardiana langsung menyerahkan diri. “Saya telepon kantor polisi. Karena saya takut sama keluarga suami saya itu,” ungkapnya.

Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Suryono menjelaskan, polisi masih mendalami motif asli kasus penumpasan yang dilakukan Sumardiana.

“Sementara yang kami sangkakan adalah Pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun,” tegas Suryono. Selain itu, polisi juga masih menunggu korban apakah akan melanjutkan kasus tersebut. (*/dra/er/k9)

loading...
Click to comment
Hukum

Astaga… Dinasehati Suami, Perempuan Ini Malah Tebas Suaminya dengan Parang Ulang-Ulang

SAMARINDA – Seorang perempuan, Sumuardiana (36), warga Samarinda Ilir, tega melayangkan parang ke suaminya, Muthalib (36), dini hari kemarin sekitar pukul 02.00 Wita.

Menurut keterangan Sumardiana, dirinya dilarang keluar rumah oleh pria yang akrab disapa Abdul tersebut.

“Karena tidak punya uang dan beras. Padahal dia sering janji bakal kasih nafkah,” ungkap Sumardiana. Tak terlalu menggubris pesan sang suami tersebut, Sumardiana yang baru dua bulan mengarungi bahtera rumah tangga dengan Abdul itu tetap ngotot keluar.

Abdul masih sempat menegur agar tetap di rumah. Keduanya pun sempat cekcok hingga sedikit mengganggu istirahat tetangga sekitar. Tak ingin menjadi pusat perhatian, Abdul sempat membiarkan istrinya itu keluar. Rumah pasangan yang beralamatkan di Jalan Sejati, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, itu sempat sunyi.

Namun, Sumardiana keburu emosi. Parang yang berada di luar rumah malah dijadikan sebagai alat pelampiasan kepada suaminya itu. “Saya keburu emosi,” ungkap Sumardiana.  Sudah keburu emosi, parang yang sudah dipegang langsung ditebaskan ke kepala suaminya.

Beruntung, tebasan Sumardiana tak terlalu kencang. Abdul masih sempat melawan. Namun, usaha Abdul hanya sebatas untuk mengambil parang yang digunakan istri sirinya tersebut.

Rupanya, Sumardiana tak hanya sekali menebaskan parang kepada suaminya. Kali kedua, tangan kanan Abdul yang jadi target selanjutnya. “Dia memang menghindar sambil menangkis,” ujar Sumardiana.

Korban langsung dilarikan ke RSUD AW Sjahranie untuk mendapatkan perawatan. Sementara Sumardiana langsung menyerahkan diri. “Saya telepon kantor polisi. Karena saya takut sama keluarga suami saya itu,” ungkapnya.

Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Suryono menjelaskan, polisi masih mendalami motif asli kasus penumpasan yang dilakukan Sumardiana.

“Sementara yang kami sangkakan adalah Pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun,” tegas Suryono. Selain itu, polisi juga masih menunggu korban apakah akan melanjutkan kasus tersebut. (*/dra/er/k9)

loading...
Click to comment
To Top