Empat Bulan, 159 Wanita Menjanda – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Empat Bulan, 159 Wanita Menjanda

KENDARI – Pengadilan Agama (PA) Kendari merilis jumlah perceraian selama empat bulan terakhir di tahun 2015. Tercatat angka perceraian terus mengalami peningkatan. Data yang diperoleh PA Kendari, total ada 159 kasus perceraian yang telah jatuh palu.

Panitera Muda Hukum PA Kendari, Nadra menuturkan, kasus perceraian yang terjadi pada dasarnya digolongkan menjadi dua bagian, talak dan gugat. Cerai talak jika suami yang menceraikan istri. Sebaliknya cerai gugat saat isteri yang mengajukan permohonan pisah dari suami.

Lebih lanjut, pada Januari 2015 lalu pihaknya menerima 73 permohonan cerai, baik talak maupun gugat. Kemudian masih ada sisa perkara bulan sebelumnya 91 kasus. Sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 164 perkara. Namun dalam perjalanannya, satu perkara dicabut pemohon, PA kemudian memutuskan 7 perkara cerai talak dan 27 cerai gugat.

Sementara untuk bulan Fabruari lanjut Nadra, PA memproses 196 perkara, 121 perkara bulan sebelumnya dan 75 permohonan baru yang diterima. Dalam prosesnya tiga perkara dicabut, dan PA mengabulkan 11 perkara cerai talak dan 17 cerai gugat. Untuk Maret, PA kembali memproses 227 aduan dari 155 perkara sebelumnya dan 72 permohonan baru.

Pada perjalanannya juga sebanyak 6 perkara dicabut, dan PA kemudian mengabulkan 15 perkara cerai talak dan 39 cerai gugat. Sedangkan untuk bulan April ada 191 perkara yang diproses, dengan 135 perkara bulan sebelumnya dan 56 permohonan baru. Lima perkara dicabut dan PA mengabulkan 14 cerai talak dan 29 cerai gugat.

Nadra mengungkapkan, untuk kasus perceraian empat bulan terakhir ini lebih banyak disebabkan oleh sikap tidak bertanggungjawab, baik suami maupun isteri. “Sebenarnya ada banyak hal yang menjadi faktor terjadinya perceraian. Namun jika dilihat yang mendominasi itu karena tak adanya rasa tanggung jawab baik suami maupun isteri. Ada juga yang disebabkan krisis moral dan rasa cemburu. Mungkin ini terjadi karena masyarakat belum sepenuhnya memahami arti  sakralnya sebuah pernikahan,” tandasnya. (b/aya/KP)

Click to comment
To Top