Empat Mahasiswa Pembocor Soal UNAS SMP Ditangkap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Empat Mahasiswa Pembocor Soal UNAS SMP Ditangkap

BLITAR – Aparat kepolisian Polres Blitar Kota berhasil membekuk empat orang yang diduga kuat sebagai pembocor soal Ujian Nasional (Unas) tingkat SMP. Keempat orang tersebut ternyata masih berstatus sebagai mahasiswa. Tiga diantaranya merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Blitar. Sedangkan satu orangnya merupakan mahasiswa semester sembilan di sebuah kampus di Malang.

Kesuksesan aparat perlu diacungi jempol. Pasalnya, tidak membutuhkan waktu lama, keempat mahasiswa tersebut berhasil dibekuk sehari pasca penyebaran kunci jawaban Unas SMP terendus.

Keempat mahasiswa itu kemudian digelandang ke Polres Blitar Kota, Kamis (7/5). Keempatnya kemudian diperiksa secara ketat di ruang penyelidikan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar Kota.

Kapolres Blitar Kota AKBP Yossy Runtukahu menyatakan, empat pelajar SMPN 4 Blitar yang menggunakan kunci mengaku mendapatkan lembaran kunci jawaban ujian nasional untuk pelajaran bahasa Inggris yang dilaksanakan Rabu. ”Siswa yang sudah dimintai keterangan empat anak. Dari mereka, terbongkar siapa yang menjual kunci,” ungkapnya.

Setelah mendapat keterangan tersebut, tim satreskrim melakukan perburuan. Benar saja, para mahasiswa itu ditangkap di kos masing-masing. ”Saat ini diperiksa. Statusnya masih sebagai saksi. Kami terus mendalami terkait penyebaran kunci jawaban,” tegasya.

Guna membuktikan keaslian kunci jawaban, polisi juga masih mengkroscek dengan dinas terkait. Sebab, empat mahasiswa tersebut diduga jaringan penjual kunci jawaban antarkota.

Dalam menjalankan aksinya, kunci jawaban dibandrol hingga Rp 4 juta untuk satu mata pelajaran. ”Tapi, untuk pelajar, terkadang diecer dari harga Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu. Bahkan, pelaku mencari korban dengan memanfaatkan jejaring sosial atau Facebook,” terangnya.

Ketika sudah ada korban, penjual melakukan transaksi. Kunci jawaban diberikan ketika uang sudah diberikan. Dia menyatakan, jika kunci jawaban yang dijual ternyata asli, polisi bakal mendalaminya. Aparat akan menjerat dengan pasal undang-undang kebocoran rahasia negara dengan ancaman sekitar empat bulan penjara. Bila kunci tersebut palsu, berarti mereka melanggar pasal 378 tentang penipuan.

”Polisi terus mendalami kasus kunci jawaban ini. Sebab, diduga mereka juga beroperasi sejak ujian tingkat SMA/MA beberapa minggu lalu,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar M. Sidik menyerahkan kasus bocornya kunci jawaban itu kepada pihak yang berwenang. ”Yang jelas, hal ini menjadi bahan evaluasi bagi dinas untuk memperketat dan mengawasi siswa yang mengikuti ujian ke depan,” tegasnya. (ady/ziz/JPNN/c19/any)

loading...
Click to comment
To Top