Mengapa Rupiah Melemah? Ini Kata Politisi Golkar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Mengapa Rupiah Melemah? Ini Kata Politisi Golkar

JAKARTA-Fungsi dan tugas utama Bank Indonesia (BI) adalah menjaga stabilitas nilai rupiah dan inflasi. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Demikian disampaikan politisi Golkar, Muhammad Misbakhun. Misbakhun pun kurang setuju bila disebutkan pelemahan rupiah ini tanggung jawab utamanya berada di tangan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, atau pemerintah sebagai pemegang kebijakan fiskal.

“Saya tidak menemukan korelasinya dan logikanya tidak nyambung bila pelemahan rupiah ini terkait kebijakan fiskal. Pemerintah saat ini belum mengeluarkan kebijakan fiskal. Jadi ini murni kewenangan dan tanggung jawab BI,” kata Misbakhun kepada Kantor Berita Politik RMOL (Fajar Grups) beberapa saat lalu (Jumat, 8/5).

Justru, Misbakhun menilai, pemerintah saat ini sedang mendorong penyerapan anggaran yang lebih besar, yang berdampak pada perekonomian yang bagus. Ekonomi yang bagus tentu saja akan meningkatkan daya beli masyarakat, dan ujungnya juga ekonomi terus tumbuh.

“Saya percaya dan optimis pertumbuhan ekonomi membaik di kuartal II,” tegas Misbakhun.

Misbakhun membenarkan bila nilai tukar rupiah melemah juga akibat dari normalisasi kebijakan AS dan The Fed sudah mengumumkan akan menaikkan suku bunga pada Juni atau Juli nanti. Salah satu akibat kebijakan ini, dana-dana asing keluar dari Indonesia.

“The Fed sudah mengumumkan ini Januari lalu, bahkan Desember tahun lalu. Seharusnya ini sudah diantisipasi oleh Gubernur BI,” ungkap Misbakhun.

Dari sisi pemerintah, Misbakhun menilai justru sudah mengantisipasinya, yang bisa memperkuat cadangan devisa. Misalnya Menteri Keuangan mewajibkan letter of credit (LC) untuk ekspor migas, minerba dan juga kelapa sawit.

“Ini tentu belum cukup. Untuk mendorong pertumbuhan harus juga ada loan to value ratio yang dilonggarkan atau direlaksasikan di bidang perumahan, kredit properti atau kendaraan bermotor untuk mendorong pertumbuhan,” demikian Misbakhun.  [ysa/rmol]

Click to comment
To Top