Siswa Dipungut Rp2.000, Guru Rp5.000 – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Siswa Dipungut Rp2.000, Guru Rp5.000

UNGARAN, RAJA – Praktik pungutan di dunia pendidikan nampaknya masih tumbuh di Kabupaten Semarang. Meskipun sudah ada larangan untuk melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada siswa, namun pada kenyataannya masih saja terjadi.

Pungutan kembali terungkap setelah adanya beberapa wali murid yang mengadudan ke kantor DPRD Kabupaten Semarang, terkait pungutan sebesar Rp 2.000 per siswa, yang mengatasnamakan UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Menurut Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong, bahwa temuan pungutan tersebut berdasarkan selebaran dari orang tua siswa yang berasal dari guru, yang diperuntukan memperbaiki gedung UPTD Dinas pendidikan. “Ini namanya pungutan liar, padahal  sudah ada larangan untuk hal-hal tersebut, entah bentuknya seperti apa, yang jelas ini sudah kebangetan,” lantang The Hok, Kamis (7/5).

Sembari menujukkan selebaran yang bertuliskan besaran pungutan bagi siswa, The Hok menegaskan, walaupun jumlah nominal pungutan tergolong kecil, jika dibebankan kepada seluruh siswa SD se-Kecamatan Ungaran Barat, dan jika ditotal keseluruhannya nominalnya tidak sedikit. “Jangankan untuk memperbaiki gedung UPTD yang rusak, untuk membangun gedung sekolahan sendiri saja tidak diperbolehkan,” tegas Politisi PDI Perjuangan ini.

Dalam selebaran itu tertulis “Dalam rangka perbaikan gedung UPTD DINAS PENDIDIKAN, maka siswa diharapkan memberikan sumbangan kembali minimal Rp2.000. Dikumpulkan paling lambat besok hari Jumat tanggal 08 Mei 2015. Demikian pengumuman terimakasih”.

Pungutan guna memperbaiki gedung UPTD Kecamatan Semarang Barat, tidak hanya dibebankan kepada siswa saja, akan tetapi kepada seluruh guru sebesar Rp5.000. “Ini sama saja UPTD ngemis (minta-minta) kepada siswa dan guru,” tawa The Hok.

Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang segera mengambil tindakan tegas atas adanya pungutan yang dilakukan pihak UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Ungaran Barat.

“Secepatnya Kepala Dinas Pendidikan harus mengusut tuntas dan menindak tegas, siapa dalang dari pungutan liar ini,” ucap The Hok.

Sementara itu menurut Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bamabang Kusriyanto, semestinya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang memiliki perencanaan yang matang dalam pemanfaatan anggaran, mengingat pihak Dinas yang mengetahui fasilitas gedung itu sendiri, mana yang perlu diperbaiki atau dibangun. “Ini kan tidak pas. Mosok fasilitas pemerintahan biaya perbaikannya dipungut dari siswa dan guru,” tegasnya.

Sementara itu, Kelapa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, belum bisa dimintai keterangannya, lantaran sambungan telepon Rakyat Jateng tidak kunjung diangkat. (wis)

loading...
Click to comment
To Top