Takut Ditangkap, Model Ini Tewas Melompat Dari Lantai 6 – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Takut Ditangkap, Model Ini Tewas Melompat Dari Lantai 6

MEDAN – Aksi nekat dilakukan oleh seorang model di Jakarta. Model yang belakangan diketahui bernama Adelia Prisa alias Adelia itu tewas setelah nekat melompat dari kamar 603 lantai 6 Hotel Grand Kanaya Medan, sekira pukul 22.50 WIB, Rabu (5/6) malam.

Adelia ditemukan tergeletak dengan posisi telungkup di area depan lobi hotel. Wajahnya berlumuran darah hingga tak berbentuk dan kedua lengannya patah akibat menghantam bagian lantai yang terbuat dari batu alam.

Wanita berkulit putih yang mengenakan yukensi berwarna hitam dan rok mini tersebut diduga melompat dari lantai 6 kamar 603 lantaran ketakutan saat hendak digerebek petugas Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Medan.

Aksi nekat Adelia itu dibenarkan Wakil Kepala Satres Narkoba Polresta Medan, AKP Rosyid Hartanto. Dikatakan, korban yang tewas bernama Adelia merupakan seorang model. Adelia tewas setelah melompat dari jendela lantaran ketakutan saat dilakukan penggerebekan.

Menurutnya, Adelia bersama ketiga rekannya diduga sedang melakukan pesta sabu-sabu di dalam kamar hotel tersebut. “Sebelumnya kita tidak tahu, kalau korban ini meninggal dunia karena melompat dari kamar. Sebab, kita tahu setelah anggota melapor ke bahwa seorang wanita ditemukan tergeletak di luar,” kata Rosyid saat dikonfirmasi Sumut Pos (grup JPNN), Kamis (7/5) siang.

Dijelaskan Rosyid, sebelum menangkap Adelia, pihaknya mengamankan dua orang rekannya, Adrian dan Doni Satria. Keduanya diamankan dari selasar (lorong) lantai 6.

[NEXT-FAJAR]

“Dari informasi yang diterima, bahwasanya ada transaksi narkoba yang dilakukan target kita, yakni M Fadil di hotel tersebut. Selanjutnya, anggota kita menuju kamar 603 di lantai 6 sekira pukul 22.30 WIB. Namun, sebelum ke kamar itu, kita melakukan penangkapan terhadap Doni dan Adrian (sepupu Ade). Mereka kemudian kita geledah tetapi tidak ditemukan barang bukti narkoba,” ujar Rosyid.

Meski begitu, lanjutnya, pihaknya kemudian melakukan introgasi terhadap keduanya. “Saat kita introgasi, Doni mengaku telah mengkonsumsi sabu-sabu. Kemudian ia menyebut menginap di kamar 603 bersama Adelia dan Adrian. Akan tetapi, Adrian berdalih tidak memakai narkoba. Karenanya, anggota kita menuju kamar 603 untuk melakukan penggeledahan,” jelas Rosyid.

Ketika digedor-gedor kamar tersebut, sambung Rosyid, ternyata tidak ada jawaban. Sehingga, pihaknya memanggil petugas sekuriti hotel untuk membuka pintu kamar menggunakan master key (kunci master).

Namun, sebelum sekuriti datang, pihaknya mendapat kabar bahwa ada seorang wanita ditemukan tergeletak diluar, depan lobi hotel. “Pas kita buka kamarnya ternyata kosong, tidak ada satu orang pun. Lalu, kita geledah ternyata kita menemukan barang bukti perlengkapan alat hisap sabu-sabu, 3 paketan sabu-sabu sisa pakai, sepucuk air softgun dan pisau lipat,” ungkapnya.

Ketika melakukan penggeledahan, seorang pria bernama M Fadil, yang merupakan target operasi datang dan hendak menuju kamar tersebut.

“Kita curiga dengan kedatangan M Fadil ke kamar tersebut. Setelah kita introgasi, M Fadil mengaku bermaksud mengantarkan mobil yang dibawanya (Honda City) kepada Ade. Namun, karena M Fadil terlihat aneh karena gemetaran, kita geledah dia. Ternyata, kita menemukan 1 paket sabu dari saku celananya,” papar Rosyid.

[NEXT-FAJAR]

Dijelaskannya, 1 paketan sabu tersebut hendak diantarkan kepada Doni dan selanjutnya digunakan di kamar tersebut. “Pengakuan M Fadil, sabu-sabu tersebut diperoleh dari seorang bandar berinisial JE yang saat ini sedang diburu. Sabu itu dipesan oleh Doni kepada JE, lalu M Fadil diperintahkan untuk mengantarnya,” ujar Rosyid.

Diutarakannya, dari hasil keterangan tiga orang pria yang diamankan, Ade dan Doni telah lebih dulu mengkonsumsi sabu-sabu. Sedangkan, Adrian hanya mengantarkan makanan untuk Adelia.

“Dalam kasus ini kita menetapkan dua tersangka narkoba, yakni Doni Satria dan M Fadil. Keduanya positif menggunakan sabu-sabu dari hasil tes urin. Sedangkan Adrian hanya saksi dan negatif,” bebernya.

Ia menambahkan, terkait jasad Ade yang ditemukan tewas telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka. “Setelah dilakukan olah TKP, kita membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Medan untuk menunggu pihak keluarga datang. Setelah datang, jasadnya kita serahkan dan dibawa ke rumah duka,” pungkasnya. (ris/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top