Tanggul Jebol, 97 Rumah Terendam Banjir – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Tanggul Jebol, 97 Rumah Terendam Banjir

UNAAHA  Insiden jebolnya tanggul sungai Konaweeha di Desa Dawidawi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe semakin memprihatinkan. Jika hari pertama hanya Desa Dawidawi yang terkena luapan air, kini aliran Sungai Konaweeha telah mengancam enam desa yakni Desa Dawidawi, Langgonawe, Duriasi, Puduria, Tawaroloondo, dan Linonggasahi.

Tak hanya lahan persawahan yang dilanda banjir dari 80 hektar menjadi 250 hektar, jumlah rumah warga yang terendam air kian bertambah. Hari pertama, hanya 30 rumah yang terendam, kini mencapai 97 rumah pada dua di dua desa yakni Desa Dawidawi dan Langgonawe. Untungnya, kondisi cuaca di Konawe cukup bersahabat sehingga dampak jebolnya tanggul sungai Konaweeha tidak semakin parah.

Luapan sungai Konaweeha semakin parah. Ketinggian air di Desa Dawidawi mencapai 4 meter. Masyarakat yang ada di desa tersebut harus di evakuasi. Sebanyak 46 kepala keluarga (KK) berhasil dievakuasi oleh tim BPBD Konawe bersama Basarnas dan Polres Konawe. Namun, masih ada 51 KK memilih bertahan dengan alasan khawatir harta bendanya dijarah oknum tidak bertanggung jawab. Rata-rata penduduk yang enggan mengungsi yakni warga Desa Langgonawe karena genangan air hanya mencapai 50 cm saja.

Sutri, warga Desa Dawidawi mengaku takut meninggalkan rumahnya dan tidak punya tempat untuk mengungsi. “Kalau kita pindah pastinya banyak barang yang akan kita bawa. Lagian juga mau pindah kemana? Terus kalau kita mengungsi, bagaimana dengan ternak kami, siapami yang mau jaga? Kasian juga ternak kalau tidak dijaga, akan terlantar begitu saja,” katanya.

Musibah tersebut membuat warga mengalami kerugian besar. Tanaman mereka banyak yang rusak karena terendam, bahkan ada yang hanyut. Mereka hanya pasrah melihat tanaman rusak seperti padi dan tumbuhan palawija lainnya. Kerugian diprediksi mencapai miliaran rupiah.

Camat Wonggedu Asnadin mengatakan, laporan yang diterimanya, sekitar 250 hektar sawah yang rusak akibat banjir. “Sebanyak 17 hektar tanaman palawija gagal panen,” ujarnya.

Kemudian, tindak lanjut pemerintah, sejak pagi kemarin bantuan terus disalurkan, berupa beras, air mineral hingga obat-obatan. Dinas Kesehatan Langsung mendirikan posko pelayanan kesehatan di lokasi banjir. “Posko memberikan pelayanan 24 jam. Segala macam obat-obatan telah kami siapkan. Sudah puluhan warga yang diobati, anak-anak juga telah kami lakukan pemeriksaan. Dari laporan yang masuk, sudah ada yang mulai merasakan sakit perut,” lanjut Muh Aris SKM, Kadis Kesehatan Konawe.

Di tempat yang sama, Sekda Konawe Ahmad Setiawan menjelaskan, saat ini pihaknya sudah mengambil tindakan penanggulangan terhadap bencana banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Wonggeduku. Untuk proses evakuasi korban, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kepolisian untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mereka setuju diungsikan ke tempat yang lebih aman.

“kita berharap airnya tidak meluap lagi. Untuk bantuan kita sudah turunkan bahkan kita siapkan bantuan yang bisa memenuhi kebutuhan warga selama seminggu. Mengenai penanganan jebolnya tanggul yang menghubungkan Sungai Konaweeha, kita sudah koordinasikan dengan pihak Balai Sungai Sulawesi. Setelah koordinasi tadi, pihak Balai Sungai Sulawesi langsung mengerahkan armadanya melakukan penimbunan tanggul jebol dan saat ini alat beratnya sementara bekerja,” katanya.

Dari pantau di lokasi banjir, personil Polres Konawe mengerahkan empat buah perahu karet melakukan evakuasi korban banjir. Wakapolres Konawe Kompol Danang Kuswoyo terjun langsung ke lokasi banjir untuk memberikan pemaham agar warga bersedia untuk dievakuasi. “Awalnya mereka tidak mau dievakuasi, tapi setelah diberikan pemahaman, warga korban banjir yang tetap bertahan akhirnya bersedia untuk dievakuasi ke posko yang telah kami siapkan.

Kalau tidak salah ada sekitar 11 warga yang mau dievakuasi, tapi masih ada juga warga yang tetap tidak mau meninggalkan rumahnya. Kami tetap akan memberikan pemahaman kepada warga agar semua bisa dievakuasi. Kami juga telah mendirikan tenda dan menyiapkan anggota untuk berjaga-jaga di lokasi banjir,” ungkap mantan Kapolsek Mandonga itu. (def/KP/b)

loading...
Click to comment
Ragam

Tanggul Jebol, 97 Rumah Terendam Banjir

UNAAHA  Insiden jebolnya tanggul sungai Konaweeha di Desa Dawidawi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe semakin memprihatinkan. Jika hari pertama hanya Desa Dawidawi yang terkena luapan air, kini aliran Sungai Konaweeha telah mengancam enam desa yakni Desa Dawidawi, Langgonawe, Duriasi, Puduria, Tawaroloondo, dan Linonggasahi.

Tak hanya lahan persawahan yang dilanda banjir dari 80 hektar menjadi 250 hektar, jumlah rumah warga yang terendam air kian bertambah. Hari pertama, hanya 30 rumah yang terendam, kini mencapai 97 rumah pada dua di dua desa yakni Desa Dawidawi dan Langgonawe. Untungnya, kondisi cuaca di Konawe cukup bersahabat sehingga dampak jebolnya tanggul sungai Konaweeha tidak semakin parah.

Luapan sungai Konaweeha semakin parah. Ketinggian air di Desa Dawidawi mencapai 4 meter. Masyarakat yang ada di desa tersebut harus di evakuasi. Sebanyak 46 kepala keluarga (KK) berhasil dievakuasi oleh tim BPBD Konawe bersama Basarnas dan Polres Konawe. Namun, masih ada 51 KK memilih bertahan dengan alasan khawatir harta bendanya dijarah oknum tidak bertanggung jawab. Rata-rata penduduk yang enggan mengungsi yakni warga Desa Langgonawe karena genangan air hanya mencapai 50 cm saja.

Sutri, warga Desa Dawidawi mengaku takut meninggalkan rumahnya dan tidak punya tempat untuk mengungsi. “Kalau kita pindah pastinya banyak barang yang akan kita bawa. Lagian juga mau pindah kemana? Terus kalau kita mengungsi, bagaimana dengan ternak kami, siapami yang mau jaga? Kasian juga ternak kalau tidak dijaga, akan terlantar begitu saja,” katanya.

Musibah tersebut membuat warga mengalami kerugian besar. Tanaman mereka banyak yang rusak karena terendam, bahkan ada yang hanyut. Mereka hanya pasrah melihat tanaman rusak seperti padi dan tumbuhan palawija lainnya. Kerugian diprediksi mencapai miliaran rupiah.

Camat Wonggedu Asnadin mengatakan, laporan yang diterimanya, sekitar 250 hektar sawah yang rusak akibat banjir. “Sebanyak 17 hektar tanaman palawija gagal panen,” ujarnya.

Kemudian, tindak lanjut pemerintah, sejak pagi kemarin bantuan terus disalurkan, berupa beras, air mineral hingga obat-obatan. Dinas Kesehatan Langsung mendirikan posko pelayanan kesehatan di lokasi banjir. “Posko memberikan pelayanan 24 jam. Segala macam obat-obatan telah kami siapkan. Sudah puluhan warga yang diobati, anak-anak juga telah kami lakukan pemeriksaan. Dari laporan yang masuk, sudah ada yang mulai merasakan sakit perut,” lanjut Muh Aris SKM, Kadis Kesehatan Konawe.

Di tempat yang sama, Sekda Konawe Ahmad Setiawan menjelaskan, saat ini pihaknya sudah mengambil tindakan penanggulangan terhadap bencana banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Wonggeduku. Untuk proses evakuasi korban, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kepolisian untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mereka setuju diungsikan ke tempat yang lebih aman.

“kita berharap airnya tidak meluap lagi. Untuk bantuan kita sudah turunkan bahkan kita siapkan bantuan yang bisa memenuhi kebutuhan warga selama seminggu. Mengenai penanganan jebolnya tanggul yang menghubungkan Sungai Konaweeha, kita sudah koordinasikan dengan pihak Balai Sungai Sulawesi. Setelah koordinasi tadi, pihak Balai Sungai Sulawesi langsung mengerahkan armadanya melakukan penimbunan tanggul jebol dan saat ini alat beratnya sementara bekerja,” katanya.

Dari pantau di lokasi banjir, personil Polres Konawe mengerahkan empat buah perahu karet melakukan evakuasi korban banjir. Wakapolres Konawe Kompol Danang Kuswoyo terjun langsung ke lokasi banjir untuk memberikan pemaham agar warga bersedia untuk dievakuasi. “Awalnya mereka tidak mau dievakuasi, tapi setelah diberikan pemahaman, warga korban banjir yang tetap bertahan akhirnya bersedia untuk dievakuasi ke posko yang telah kami siapkan.

Kalau tidak salah ada sekitar 11 warga yang mau dievakuasi, tapi masih ada juga warga yang tetap tidak mau meninggalkan rumahnya. Kami tetap akan memberikan pemahaman kepada warga agar semua bisa dievakuasi. Kami juga telah mendirikan tenda dan menyiapkan anggota untuk berjaga-jaga di lokasi banjir,” ungkap mantan Kapolsek Mandonga itu. (def/KP/b)

loading...
Click to comment
To Top