Tomas Keluhkan Pengalihan Anggaran Perbaikan Jalan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Tomas Keluhkan Pengalihan Anggaran Perbaikan Jalan

BANTAENG, FAJAR ONLINE — Tokoh masyarakat (Tomas) di Dusun Palanjong, Desa Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke, Bantaeng, meminta kejelasan adanya pembangunan infrastruktur jalan yang tidak sesuai lokasi dan rencana.

Tokoh masyarakat Dusun Palanjong, Sa’adah, mengatakan kondisi itu cukup merugikan masyarakat desa yang sudah bertahun-tahun tidak pernah menikmati jalan mulus. Menurutnya, kondisi itu cukup miris karena anggaran perbaikan jalan di desa mereka yang telah disiapkan, kadang tidak tepat sasaran lantaran dialihkan untuk perbaikan jalan yang tidak masuk dalam prioritas.

“Mungkin karena kampung kami dianggap tidak strategis dan tidak ada potensinya,” sesal Sa’adah, kemarin Dia menjelaskan, buruknya infrastruktur jalan di desa mereka justru berbanding terbalik dengan kondisi jalan di kawasan pegunungan dan pesisir yang mendapat perhatian cukup besar. Kedua wilayah itu kata kata dia, justru terjadi ketimpangan pembangunan dapat mengakibatkan kepercayaan masyarakat menurun akibat politisasi.

“Coba lihat jalan menuju ke kebun milik pak Bupati (Nurdin Abdullah), mulus sekali padahal hanya jalan kebun,” sesalnya.
Dia menjelaskan, selama 4 tahun terakhir, jalan sepanjang 2,8 kilometer tersebut sudah masuk prioritas pembangunan setelah diusulkan dalam musyawarah rencana pembangunan daerah (Musrembang) Kecamatan. Namun dia mengaku, setelah sampai di Kabupaten, usulan tersebut dialihkan untuk kepentingan lain.

“Ini juga kesalahan anggota dewan yang tidak mau mengawal kami,” sesalnya. Hal yang sama juga terjadi di Dusun Puro’ro, Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu. Di kampung tersebut, masyarakat dipaksa menikmati jalan rusak dengan kondisi becek, serta lubang cukup besar mengintai pengendara yang melintas. Warga sekitar, Syamsu mengaku cemburu melihat desa lainnya di Bantaeng yang memiliki jalan mulus.

“Mungkin karena disini daerah perbatasan makanya tidak pernah di perbaiki,” sesalnya. Syamsu mengaku malu memiliki kampung yang cukup kumuh, sikapnya tersebut kata dia cukup beralasan, sebab tetangga desanya yang merupakan wilayah Kabupaten Bulukumba justru memiliki jalan mulus walaupun berada di perbatasan.

“Wilayah Bulukumba justru memiliki jalan mulus walaupun berada di desa,” ujarnya. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bantaeng, Edy Rahmat, mengatakan, pihaknya sudah memasukkan proposal ke tim anggaran untuk perbaikan sejumlah jalan di desa yang masuk dalam prioritas tahun ini. Dia menjelaskan, ada lima ruas jalan seperti Dusun Jambi, Borong Kapala, Kelurahan Campaga, Desa Bonto Tappalang, Desa Bonto Bontoa, dan Dusun Puro’ro Desa Pattallassang.

“Tahun ini sudah ada beberapa masuk skala prioritas, anggarannya sebesar Rp9,9 miliar,” ujarnya.(dir)

Click to comment
To Top