Warga Sengaja Robohkan Delapan Rumahnya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Warga Sengaja Robohkan Delapan Rumahnya

UNGARAN, RAJA – Akibat tidak kuatnya menahan arus Sungai Mranak yang berada di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, sebanyak delapan rumah yang berada di bantaran tanggul roboh, lantaran tanah penopang rumah tergerus aliran sungai, lima di antaranya terpaksa dirobohkan warga karena kondisinya membahayakan jiwa penghuninya terpaksa harus dirobohkan.

Bukan hanya itu saja, tujuh rumah yang berada di sekitar tanggul sungai kini dalam kondisi yang membahayakan, apalagi letaknya tidak begitu jauh dari titik yang longsor. Menurut Rohadi (50), warga Kedungglatik, saat itu terjadi hujan deras selama tiga jam. Derasnya arus sungai, mengakibatkan tergerusnya tanah warga yang berada di dekat bibir sungai hingga lama kelamaan merobohkan rumah warga.

“Arus sungainya deras sekali saat turun hujan, tanahnya terkikis sedikit demi sedikit hingga sejauh sepuluh meter, sepanjang 200-300 meter, sedangkan tiga rumah milik warga saat itu sudah menggantung, dan akhirnya sengaja dirobohkan,” terangnya, Kamis (7/5).

Sementara itu menurut Camat Pringapus, Tajudin Noor, ketiga rumah warga yang roboh itu memang sengaja dirobohkan oleh pemiliknya, lantaran kondisinya sangat tidak mungkin untuk ditempati. Sedangkan lima rumah warga lainnya yang lokasinya berdekatan dengan bibir sungai Mranak terpaksa juga dirobohkan.

“Untuk lima rumah warga posisinya sudah mepet dengan bibir sungai karena membahayakan sehingga lima rumah tersebut juga harus dirobohkan. Dan masih ada tujuh rumah warga lainnya sekarang ini kondisinya sangat membahayakan, dan total keseluruhan rumah warga yang akan direlokasi berjumlah 15 rumah,” ucap Camat Pringapus.

Tajudin menambahkan, sementara ini lokasi relokasi warga sudah tersedia, yakni di lahan Perhutani yang saat ini dijadikan pemukiman warga. “Sekarang ini lahan milik Perhutani yang sekarang ditempati warga bisa dimanfaatkan untuk relokasi warga yang terkena bencana,” ujarnya.

Selain itu dirinya juga sudah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Semarang Rp15 juta per rumah. “Sekarang ini yang dibutuhkan warga adalah biaya bongkar pasang bangunan rumah,” terangnya.

Menyikapi hal tersebut, Sekertaris Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, mendesak Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang segera melakukan penanganan terhadap rumah korban dengan cara mengucurkan dana tak terduga. Mengingat warga Kedungglatik membutuhkan penanganan secepatnya termasuk relokasi rumah ke tempat yang lebih aman.

“Saya sudah mengecek langsung ke sana, kondisinya sangat memprihatinkan, tanah hak milik warga habis tergerus air sungai. Kalau tidak segera ditangani sangat membahayakan warga, apalagi saat turun hujan deras,” tandasnya. (wis)

loading...
Click to comment
To Top