Kosan Ini Penuh Mesum, Digrebek Polisi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Kosan Ini Penuh Mesum, Digrebek Polisi

JAKARTA-Petugas gabungan Polresta Depok dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) merazia tempat kos-kosan yang diduga dijadikan tempat mesum dan pesta narkoba di kawasan Depok.

Dari tiga tempat kos yakni di wilayah Kelapa Dua dan Margonda Depok, Sabtu (9/5) dini hari tadi, petugas menangkap 10 pelaku, tujuh di antaranya berstatus mahasiswa.

Kasat Narkoba Polresta Depok, Kompol Vivick Tjangkung menerangkan, sasaran pertama dari operasi tersebut ialah tempat kos Golden Stick di Jalan Kelapa Dua Depok. Di sini, petugas berhasil meringkus tiga mahasiswa yang kedapatan tengah mengonsumsi ganja.

“Awalnya, kami menemukan setengah linting di dalam bungkus rokok dan satu paket ganja lain kami temukan di dalam tas yang di simpan di dalam mobil Honda Civic dengan nopol B 1879 HJ. Para pelakunya sedang kami periksa,” ujar Vivick, seperti beritakan RMOL Jakarta.

Di lokasi kedua, tempat kos Anton Sujarwo, Kelapa Dua, petugas memergoki empat pemuda yang tengah asik pesta narkoba di kamar nomor 311 lantai 3. Selain menangkap basah para mahasiwa ini, polisi juga menyita barang bukti berupa sabu-sabu berukut alat hisap (bong), tiga linting ganja, paket ganja ukuran sedang berikut papirnya, alat timbangan dan telepon genggam.

“Sedangkan di titik ketiga, yang berlokasi di tempat kos dekat Universitas BSI, kami juga mengamankan tiga pemuda yang bekerja sebagai sales di shoowrom mobil. Dari mereka ditemukan paket ganja, sabu-sabu, timbangan, alat pres plastik, peluru air soft gun dan buku tabungan. Semuanya kami proses, dan kini sedang dalam penyidikan,” kata Vivick.

Menurut Vivick, petugas gabungan melakukan razia selain dengan target memberantas peredaran narkotika dan obat terlarang, juga untuk mencegah adanya praktik prostitusi yang kerap memanfaatkan kamar kos.

“Terlebih dengan adanya aduan sejumlah warga yang mengaku resah lantaran kerap menemukan alat kontrasepsi yang dibuang di pinggir jalan dari sejumlah kamar kos di wilayah tersebut,” pungkasnya. [sam/rmol]

loading...
Click to comment
Ragam

Kosan Ini Penuh Mesum, Digrebek Polisi

JAKARTA-Petugas gabungan Polresta Depok dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) merazia tempat kos-kosan yang diduga dijadikan tempat mesum dan pesta narkoba di kawasan Depok.

Dari tiga tempat kos yakni di wilayah Kelapa Dua dan Margonda Depok, Sabtu (9/5) dini hari tadi, petugas menangkap 10 pelaku, tujuh di antaranya berstatus mahasiswa.

Kasat Narkoba Polresta Depok, Kompol Vivick Tjangkung menerangkan, sasaran pertama dari operasi tersebut ialah tempat kos Golden Stick di Jalan Kelapa Dua Depok. Di sini, petugas berhasil meringkus tiga mahasiswa yang kedapatan tengah mengonsumsi ganja.

“Awalnya, kami menemukan setengah linting di dalam bungkus rokok dan satu paket ganja lain kami temukan di dalam tas yang di simpan di dalam mobil Honda Civic dengan nopol B 1879 HJ. Para pelakunya sedang kami periksa,” ujar Vivick, seperti beritakan RMOL Jakarta.

Di lokasi kedua, tempat kos Anton Sujarwo, Kelapa Dua, petugas memergoki empat pemuda yang tengah asik pesta narkoba di kamar nomor 311 lantai 3. Selain menangkap basah para mahasiwa ini, polisi juga menyita barang bukti berupa sabu-sabu berukut alat hisap (bong), tiga linting ganja, paket ganja ukuran sedang berikut papirnya, alat timbangan dan telepon genggam.

“Sedangkan di titik ketiga, yang berlokasi di tempat kos dekat Universitas BSI, kami juga mengamankan tiga pemuda yang bekerja sebagai sales di shoowrom mobil. Dari mereka ditemukan paket ganja, sabu-sabu, timbangan, alat pres plastik, peluru air soft gun dan buku tabungan. Semuanya kami proses, dan kini sedang dalam penyidikan,” kata Vivick.

Menurut Vivick, petugas gabungan melakukan razia selain dengan target memberantas peredaran narkotika dan obat terlarang, juga untuk mencegah adanya praktik prostitusi yang kerap memanfaatkan kamar kos.

“Terlebih dengan adanya aduan sejumlah warga yang mengaku resah lantaran kerap menemukan alat kontrasepsi yang dibuang di pinggir jalan dari sejumlah kamar kos di wilayah tersebut,” pungkasnya. [sam/rmol]

loading...
Click to comment
Ragam

Kosan Ini Penuh Mesum, Digrebek Polisi

JAKARTA-Petugas gabungan Polresta Depok dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) merazia tempat kos-kosan yang diduga dijadikan tempat mesum dan pesta narkoba di kawasan Depok.

Dari tiga tempat kos yakni di wilayah Kelapa Dua dan Margonda Depok, Sabtu (9/5) dini hari tadi, petugas menangkap 10 pelaku, tujuh di antaranya berstatus mahasiswa.

Kasat Narkoba Polresta Depok, Kompol Vivick Tjangkung menerangkan, sasaran pertama dari operasi tersebut ialah tempat kos Golden Stick di Jalan Kelapa Dua Depok. Di sini, petugas berhasil meringkus tiga mahasiswa yang kedapatan tengah mengonsumsi ganja.

“Awalnya, kami menemukan setengah linting di dalam bungkus rokok dan satu paket ganja lain kami temukan di dalam tas yang di simpan di dalam mobil Honda Civic dengan nopol B 1879 HJ. Para pelakunya sedang kami periksa,” ujar Vivick, seperti beritakan RMOL Jakarta.

Di lokasi kedua, tempat kos Anton Sujarwo, Kelapa Dua, petugas memergoki empat pemuda yang tengah asik pesta narkoba di kamar nomor 311 lantai 3. Selain menangkap basah para mahasiwa ini, polisi juga menyita barang bukti berupa sabu-sabu berukut alat hisap (bong), tiga linting ganja, paket ganja ukuran sedang berikut papirnya, alat timbangan dan telepon genggam.

“Sedangkan di titik ketiga, yang berlokasi di tempat kos dekat Universitas BSI, kami juga mengamankan tiga pemuda yang bekerja sebagai sales di shoowrom mobil. Dari mereka ditemukan paket ganja, sabu-sabu, timbangan, alat pres plastik, peluru air soft gun dan buku tabungan. Semuanya kami proses, dan kini sedang dalam penyidikan,” kata Vivick.

Menurut Vivick, petugas gabungan melakukan razia selain dengan target memberantas peredaran narkotika dan obat terlarang, juga untuk mencegah adanya praktik prostitusi yang kerap memanfaatkan kamar kos.

“Terlebih dengan adanya aduan sejumlah warga yang mengaku resah lantaran kerap menemukan alat kontrasepsi yang dibuang di pinggir jalan dari sejumlah kamar kos di wilayah tersebut,” pungkasnya. [sam/rmol]

loading...
Click to comment
To Top