Survei: Publik Inginkan Jokowi Jaga Jarak dengan PDIP – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Survei: Publik Inginkan Jokowi Jaga Jarak dengan PDIP

JAKARTA- Besarnya pengaruh PDI Perjuangan menjadi penyebab turunnya kepercayaan publik terhadap Presiden Jokowi.

Demikian disampaikan Jurubicara Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio dalam pemaparan rilis survei dan diskusi ‘Kata Rakyat Agar Jokowi Bertahan’ di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/5).

Selain itu, sulitnya melepas pengaruh PDIP sebagai partai pengusung Jokowi berdampak pada turunya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap pemerintahan.

“Menurut pemilih sebaiknya Jokowi menjaga jarak dengan PDIP yang disampaikan oleh 34.4 persen responden,” ujar Hendri dalam pemaparan hasil surveinya.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina ini menambahkan, jika kelak Jokowi menambah lagi kader PDIP dalam perombakan kabinet, maka besar kemungkinan dukungan masyarakat akan semakin kecil.

“Salah satu menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah karena Presiden Jokowi dianggap sulit melepaskan pengaruh dari partai pengusungnya (PDIP),” sambung Hendri.

Lebih jauh dalam pemaparan hasil survei ditemukan, selama Jokowi memimpin, tingkat kepuasan publik secara umum terhadap pemerintah hanya 31.3 persen, dan 65 persen mengaku tidak puas.

Hendri menambahkan, evaluasi publik terhadap program-program strategis pemerintah, berikut janji-janji kampanye Jokowi-JK seperti tertuang dalam Nawa Cita juga mendapatkan rapor merah dari publik.

“Ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah merata pada semua segmen seperti pendidikan, pendapatan, usia, dan wilayah,” ujar hendri.

Dijelaskan, publik belum puas terhadap kebijakan pemerintah seperti pola penentuan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), impor beras, kenaikan tarif dasar listrik, dan gas.

Survei dilakukan terhadap 450 responden dengan margin of error kurang lebih 4,62 persen pada tingkat kepercayaan, metode sample acak bertingkat (multistage random smapling) dengan memperlihatkan proporsi antara jumlah sample dengan jumlah pemilih di setiap kota. Unit sampling primer survei (PSU) ini adalah kelurahan. Jumlah responden masing-masing PSU Depok, Tanggerang, Tanggerang Selatan, dan Bekasi.

Proses pengunpulan data dilaksanakan dari tanggal 24-30 April 2015, melalui wawancara tatap muka. Wawancara menggunakan kuisioner terstruktur terhadap 450 orang responden. Respondent adalah pemilih yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah memenuhi syarat pemilih ketika survei dilakaukan. [rus/rmol]

loading...
Click to comment
To Top