Digrebek Petugas, Pasangan Mesum Ini Lari Hanya Kenakan Celana Dalam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Digrebek Petugas, Pasangan Mesum Ini Lari Hanya Kenakan Celana Dalam

LANGSA – Masyarakat di kawasan Gempong Pondok Pabrik, Langsa Lama semakin resah oleh ulah para pelaku mesum didaerah itu. Tak ayal, petugas Wilayatul Hisbah (WH) bersama tim anti maksiat Dinas Syariat Islam Kota Langsa dibantu jajaran Polres Langsa dan Polisi Militer (PM) melakukan razia mesum.

Razia rumah kos yang dilakukan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang menyebut di rumah kos dimaksud diduga sedang terjadi perbuatan mesum. Mendapat laporan tersebut, petugas WH dan tim anti maksiat yang sedang melakukan razia penegakan syariat rutin langsung menuju lokasi.

Dalam razia yang digelar, Sabtu (9/5). Aparat menggerebek sebuah rumah kos di kawasan tersebut sekira pukul 21.30 WIB. Alhasil, petugas memergoki sepasang mahasiswa dan mahasiswi salah satu perguruan tinggi kesehatan di Kota Langsa lari dari pintu belakang rumah kos. Keduanya lari ke arah kegelapan malam dalam kondisi hanya mengenakan celana dalam.

Kepala Dinas Syariat Islam Langsa, Drs. H. Ibrahim Latif, MM didampingin Danton WH, Tgk. Irmansyah mengatakan, petugas berhasil meringkus si perempuan, sementara si laki-laki berhasil kabur. Namun kemudian baru menyerahkan diri ke dinas pada Minggu (10/5) siang.

“Saat tim tiba di lokasi rumah kos dan melakukan pengepungan, tiba-tiba sepasang laki-laki dan perempuan yang hanya mengenakan celana dalam lari dari pintu belakang rumah ke dalam gelap. Melihat itu, petugas langsung melakukan pengejaran dan hanya berhasil mengamankan perempuannya, yang lantas oleh petugas diberi pakaian untuk dikenakan sebelum diamankan ke kantor dinas,” terang Ibrahim.

Petugas juga menyita barang bukti berupa pakaian lengkap seragam mahasiswa kesehatan milik kedua pasangan yang tertinggal dalam kamar kos. Dari hasil pemeriksaan diketahui identitas perempuan tersebut CR (19) warga Matang Seulimeng, Langsa Barat. Sementara si coeok berinisial ZD (22) warga Serbajadi Lokop, Aceh Timur.

“Kepada petugas pasangan ini juga mengaku sudah pernah melakukan hubungan intim berulang kali di rumah kos tersebut,” sebut Ibrahim.

Pelaku bakal dikenakan qanun nomor 14 tahun 2003 tentang khalwat dan diancam dengan hukuman cambuk sebanyak 12 kali di depan umum. (dai/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top