Kebakaran 14 Jam, Kerugian Rp 3 Triliun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kebakaran 14 Jam, Kerugian Rp 3 Triliun

SEMARANG, RAJA – Sekira 8.000 kios yang ada di Pasar Johar, Kota Semarang, ludes terbakar, Sabtu (9/5) malam. Hingga Minggu (10/5) kemarin, api masih belum padam dan merembet ke Pasar Yaik. Kerugian akibat kebakaran yang hingga sekira 14 jam itu mencapai Rp3 triliun. Aparat kepolisian masih menunggu uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran pasar terbesar di Jawa Tengah itu.

Luasan Pasar Johar dan Yaik mencapai 4,4 hektar dengan jumlah pedagang sekitar 7 ribu hingga 8 ribu orang. Kebakaran terjadi Sabtu (9/5) sekira pukul 21.00 WIB dan baru padam Minggu (10/5) sekira pukul 11.00 WIB.

Ironisnya, kebakaran itu terjadi sebulan menjelang bulan Ramadhan. Biasanya, selama Ramadhan dan Idul Fitri, pasar ini menjadi salah satu favorit warga untuk berbelanja. Para pedagang pun biasa mendapat untung berlibat saat Ramadhan hingga menjelang Lebaran.

Hingga siang kemarin, kepulan asap masih membumbung. Api juga merambat ke Pasar Yaik Baru yang terletak di sisi baratnya.

Akibat angin kencang, api merambat dengan cepat. Api melahap dari bagian belakang ke depan lalu merambat ke lantai atas. Di Pasar Yaik, dagangan yang terbakar tidak sebanyak di Pasar Johar, karena para pedagang sempat mengamankan lebih dahulu.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, sejumlah anggota legislatif, hingga senator, datang ke lokasi kebakaran.

Meski asap masih tampak jelas mengepul dari dalam Pasar Johar, sejumlah pedagang terlihat menyempatkan masuk untuk mengambil barang dagangan mereka yang masih bisa diselamatkan.

Sejumlah aparat kepolisian dan TNI yang mengamankan lokasi juga tampak membantu para pedagang mengambil barang dagangan yang belum sempat terjilat api untuk diangkut menggunakan mobil.

Kepala Bidang Operasional dan Pengendalian Dinas Kebakaran Kota Semarang Sumarsono yang ditemui di lokasi mengakui sisa-sisa kebakaran memang masih mengepulkan asap yang cukup pekat.

“Kalau api sebenarnya sudah berhasil kami kuasai, namun sisa-sisa kebakaran ini ngureng. Istilahnya, di bagian atasnya sudah padam, namun bagian dalamnya masih membara,” katanya.

“Struktur utama bangunan Pasar Johar, seperti atap cendawan tidak begitu parah, namun material-material tambahan, seperti kios-kios dari triplek dan papan ludes terbakar,” tuturnya.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) memperkirakan lebih dari  7 ribu pedagang menjadi korban kebakaran pasar Johar Semarang.

“Selain itu, menurut data kami yang dihimpun oleh DPW IKAPPI Jawa Tengah, jumlah kerugian akibat kebakaran mencapai lebih dari Rp 3 triliun,” ujar Wakil Sekjend DPP IKAPPI, Miftahudin, dalam keterangannya, Minggu (10/5).

Untuk memastikan dugaan sementara ini, kata Miftahudin, pihaknya mengirim tim investigasi ke Semarang dan akan menyampaikan hasilnya nanti ke publik.

“Namun kami pastikan bahwa kerugian yang timbul tidak kecil tentunya. Maka harus ada langkah cepat dari pemerintah Kota Semarang agar nasib para pedagang di Pasar Johar tidak semakin terpuruk,” imbuh Mifathuddin.

Dia mengatakan terdapat indikasi Pemerintah Kota Semarang cenderung abai dalam melakukan upaya proteksi pasif maupun aktif dalam mengantisipasi kebakaran di Johar yang merupakan pasar tradisional terbesar di Jawa Tengah sekaligus cagar budaya yang menyimpan banyak sejarah perjalanan bangsa.

Terkait indikasi kebakaran, Miftahudin mengatakan pihaknya masih menggali informasi dan data lebih mendalam. “Hari ini Tim Investigasi dari DPP IKAPPI turun langsung ke Pasar Johar. Mungkin dalam beberapa hari kedepan kami baru dapat menyimpulkan penyebab kebakaran,” tukasnya.(art)

loading...
Click to comment
To Top