Klaim Obat Diduga Dimanipulasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Klaim Obat Diduga Dimanipulasi

SIDRAP, FAJARONLINE — Pelayanan kesehatan di Puskesmas Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, disorot. Pasien dibebani pembeliaan alat infus, tetapi setiap bulan mengajukan klaim infus ke keuangan daerah.

Abdul Rasyid, salah seorang keluarga pasien mengaku harus pulang ke rumahnya untuk mengambil uang untuk menebus peralatan infus di salah satu apotek. Alat-alat infus itu seperti jarum, selang, dan cairan.

Seluruh alat digunakan untuk perawatan putrinya, St Nurbiyah, 14 tahun yang menderita penyakit tipes. “Apa boleh buat, saya terpaksa harus mencari sendiri alat-alat infusnya, tetapi syukur anak saya sudah diinfus dan sekarang dirujuk ke RSU Nene’ Mallomo (Nemal) Pangkajene,” bebernya saat ditemui kemarin.

Salah seorang warga juga mengaku kecewa dengan kebijakan pengelola di Puskesmas Lawawoi. “Setahu saya pelayanan kesehatan di daerah ini gratis. Apalagi kami ini peserta jamkesda,” paparnya.  (eby/abg)

Untuk Selengkapnya, Baca Harian Fajar dan Epaper edisi 11 Mei 2015

 

loading...
Click to comment
Makassar

Klaim Obat Diduga Dimanipulasi

SIDRAP, FAJARONLINE — Pelayanan kesehatan di Puskesmas Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, disorot. Pasien dibebani pembeliaan alat infus, tetapi setiap bulan mengajukan klaim infus ke keuangan daerah.

Abdul Rasyid, salah seorang keluarga pasien mengaku harus pulang ke rumahnya untuk mengambil uang untuk menebus peralatan infus di salah satu apotek. Alat-alat infus itu seperti jarum, selang, dan cairan.

Seluruh alat digunakan untuk perawatan putrinya, St Nurbiyah, 14 tahun yang menderita penyakit tipes. “Apa boleh buat, saya terpaksa harus mencari sendiri alat-alat infusnya, tetapi syukur anak saya sudah diinfus dan sekarang dirujuk ke RSU Nene’ Mallomo (Nemal) Pangkajene,” bebernya saat ditemui kemarin.

Salah seorang warga juga mengaku kecewa dengan kebijakan pengelola di Puskesmas Lawawoi. “Setahu saya pelayanan kesehatan di daerah ini gratis. Apalagi kami ini peserta jamkesda,” paparnya.  (eby/abg)

Untuk Selengkapnya, Baca Harian Fajar dan Epaper edisi 11 Mei 2015

 

loading...
Click to comment
To Top