Pedagang Akan Direlokasi ke Kompleks Masjid Agung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Pedagang Akan Direlokasi ke Kompleks Masjid Agung

SEMARANG, RAJA – Para pedagang di Pasar Johar Semarang akan direlokasi untuk sementara waktu paska terbakarnya pasar terbesar di Semarang itu.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menjadi alternatif pilihan utama sebagai tempat relokasi super sementara para pedagang. Pemkot menyiapkan lahan seluas 10 hektare. “Ada 10 hektare di dekat MAJT, sedang kami cek dulu. Misalnya fasilitas air bagaimana dan sarana pendukung lain. Kita ukur luasannya, kita koordinasi pada pemilik yaitu ke Kantor Kementrian Agama dan Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah. Harapannya, besok sudah bisa kita putuskan mana titik relokasi yang pas untuk pedagang yang jumlahnya hampir sekitar 7000 ini,” ungkapnya saat meninjau lokasi kebakaran, Sabtu (9/5).

Mengenai masalah tempat relokasi pasar sementara, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengimbau agar para pedagang mau menggunakan tempat-tempat milik Pemkot.

“Kita konsentrasi pada para pedagang yang meletakkan barang-barangnya di jalan-jalan. Kita minta untuk diamankan di tempat. Kalau mereka masih punya gudang yang kita antar ke gudang,” imbuhnya.

Ketua Yayasan Masjid Baiturrahman, Semarang H Imam Syafii berharap agar proses relokasi pedagang pasar Johar yang kiosnya kini ludes terbakar ke lokasi sementara di areal tanah wakaf Banda Masjid Agung Semarang (MAS), di sebelah Masjid Agung Jawa Tengah. Mengingat saat ini para pedagang sedang giat-giatnya mempersiapkan stok menyambut puasa dan lebaran. “Ternyata kena musinah kebakaran,” lanjutnya, Minggu (10/5).

Imam Syafii yakin bila segera menempati relokasi, maka mereka tak kesulitan lagi untuk berjualan. Apalagi lokasinya berdampingan dengan MAJT yang setiap hari MAJT sarat pengunjung. Dia memperkirakan renovasi akan memakan waktu sekitar tiga tahun.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan agar relokasi itu bisa segera dilakukan. Mengingat kebakaran yang terjadi di Pasar Klewer Solo akhir tahun lalu, pihak Pemrov Jateng berharap supaya para pedagang tidak sampai terkatung-katung terlalu lama.

Dijelaskannya, ada dua hal penting yang harus segera dipikirkan, yaitu mencari lokasi untuk pasar sementara dan super sementara. Katanya, tempat relokasi sementara adalah kompleks Masjid Agung Jawa Tengah, sedangkan yang super sementara adalah bangunan milik Pemkot Semarang.

“Mudah-mudahan kita lebih cepat dari (yang pernah terjadi di,red) Solo. Kita sudah ada pelajaran dari Solo. Ada dua yang musti kita pikirkan yang pertama mencari lokasi untuk pasar sementara. Yang kedua yang super sementara,” ungkapnya.

Ganjar Pranowo juga mengatakan bahwa Pemrov Jawa Tengah akan membantu memenuhi kebutuhan para pedagang yang sifatnya darurat. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan darurat itu segera dilaporkan untuk segera pula bisa ditanggulangi.

Mengenai keamanan, Pemkot Semarang bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menjaga barang-barang para pedagang yang berada di jalanan. Sekurang-kurangnya, ada 250 personel yang dikerahkan oleh Polrestabes Semarang. Di samping itu, ada juga bantuan keamanan dari Polda Jateng.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin menjelaskan, sudah ada satu orang yang diamankan terkait adanya insiden terbakarnya Pasar Johar Semarang itu. Pihaknya juga telah membawa barang bukti yang telah diamankan pula.

Selanjutnya, dia mengimbau agar masyarakat sekitar Pasar Johar bisa turut membantu petugas keamanan. “Saya berharap warga masyarakat yang ada di sekitar pasar ini bisa turut membantu petugas untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan pedagang maupun dirinya sendiri,” tandasnya.

Disisi lain, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI siap membantu Pemerintah Kota Semarang memulihkan kegiatan Pasar Johar pascakebakaran hebat yang terjadi di pasar tradisional itu.

“Saya sudah sampaikan kepada Bapak Ketua DPD RI Irman Gusman terkait Pasar Johar ini. Beliau memberikan perhatian penuh,” kata anggota DPD RI asal Jawa Tengah Bambang Sadono di sela meninjau Pasar Johar Semarang.

Irman selaku Ketua DPD RI, kata dia, juga sudah menghubungi Menteri Pedagangan Rahmat Gobel untuk menurunkan tim yang membantu Pemkot Semarang memulihkan kegiatan perekonomian di Pasar Johar.

“Bapak Ketua mengapresiasi bahwa di sinilah DPD berperan mewakili kepentingan daerah, yakni di Jateng, khususnya Kota Semarang,” ujarnya.

Lanjut ia, setidaknya ada beberapa langkah yang harus diprioritaskan Pemkot Semarang untuk menangani persoalan Pasar Johar.

“Permasalahan yang dihadapi pertama, tentu soal pemadaman api. Ini harus segera diatasi. Kedua, bagaimana menolong pedagang Pasar Johar untuk secepatnya mendapatkan tempat berdagang,” tandasnya.

Pada kesempatan saat meninjau Pasar Johar, Bambang yang juga Ketua Badan Pengkajian MPR RI itu, menyempatkan dialog dengan sejumlah pedagang, serta jajaran dinas terkait.(art)

loading...
Click to comment
To Top