Terlibat Lakalantas Maut, Kasus Anak Bupati ini Malah akan Dihentikan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Terlibat Lakalantas Maut, Kasus Anak Bupati ini Malah akan Dihentikan

AMBON- Jaksa tiba-tiba mengusulkan untuk diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus tabrakan yang melibatkan anak Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Rafleks Puttileihalat. Alasan permintaan SP3 adalah, sudah ada kesepakatan damai dengan keluarga korban serta pelaku masih dibawah umur.

Namun hingga kini kasus itu belum jelas. Polres Pulau Ambon dan Pp Lease mengaku, SP3 bisa dikeluarkan atau tidak setelah dilakukan pengkajian oleh seluruh pejabat di Polres Ambon. Artinya, kasus itu bisa saja dihentikan.

Kasat Lantas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease Deddy Putra mengatakan, polisi langsung menindak lanjuti petunjuk jaksa setelah kasus tersebut dilimpahkan. Dasar pertimbangan jaksa adalah Rafleks masih di bawah umur, dan sudah ada pembicaraan damai antara keluarga korban dan keluarga Puttileihalat.

“Untuk kasus anak bupati SBB, status kasusnya ada ditangan kapolres. Kasus ini kan masih dipelajari. Kapolres juga masih mengkajinya. Jadi kita belum bisa terbitkan SP3 sesuai petunjuk jaksa,.” terang Dedy Putra kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, alasan belum diputuskannya kasus ini karena Kapolres  belum mengeluarkan perintah. “Kalau kapolres bilang SP3, kita langsung kerja, kalau tidak, ya, kasus ini tetap kita tindaklanjut,” terangnya.

Sementara itu, penanganan kasus Rafleks Puttileihalat sejak awal sudah terkendala. Pasca tabrakan maut di Kawasan Kayu Tiga, Kecamatan Sirimau, 4 Februari lalu, Rafleks langsung menghilang.

Informasinya anak bupati SBB itu lari ke Jakarta.

Lebih dari seminggu kemudian, yang bersangkutan menyerahkan diri malam-malam bersama salah satu anggota keluarganya. Meski begitu, polisi hanya meminta keterangan kemudian Rafleks melenggang pulang.

Sebelumnya, Rafleks dan salah satu temannya menabrak angkot Jurusan Kuda Mati, Rabu (4/2) lalu. Keduanya berboncengan dalam keadaan mabuk. Rafleks yang mengendari motor, sementara teman boncengannya, Frandi Melianus Maspaitela (17) meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit.

Lokasi tabrakan di kawasan Kayu Tiga, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Tepatnya didepan rumah keluarga Lea Titahelawan, sekira pukul 03.30 WIT dini hari. (IO)

loading...
Click to comment
To Top