Velix Terbuka Soal Kemundurannya dari Tim Transisi. Katanya tidak Punya Jaringan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Velix Terbuka Soal Kemundurannya dari Tim Transisi. Katanya tidak Punya Jaringan

JAKARTA –  Kemarin (10/5) Velix F. Wanggai resmi menarik diri dari Tim Transisi PSSI bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) . Keputusan tersebut lantas dituangkan dalam sebuah surat resmi yang dikirimkan ke sejumlah media.

’’Kami memandang diri kami belum siap menerima tugas penting ini karena keterbatasan kemampuan dan kompetensi,’’ tulis Velix.

Bukan hanya itu, pria yang pernah menjadi staf khusus mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu beralasan bahwa dirinya tidak memiliki banyak jaringan dalam membangun sepakbola Indonesia, khususnya PSSI.

Padahal, lanjut dia, untuk memperbaiki kualitas sepakbola Indonesia yang saat ini berada di titik nadir tersebut, syarat-syarat yang disebut di atas harus menjadi modal mutlak.

’’Kami merasa masih banyak tokoh nasional lain yang berpengalaman di dunia sepakbola. Merekalah yang jauh lebih siap untuk mengabdi kepada Tim Transisi PSSI ini,’’ imbuh pria asal Papua itu.

’’Tapi, win-win solution dan penguatan tata kelola PSSI tanpa melihat figur adalah prinsip dasar dalam menata dan membangun kembali dunia sepakbola Indonesia, khususnya PSSI,’’ tegasnya.

Secara khusus, kepada Jawa Pos Velix juga menyatakan bahwa keputusannya mundur dari Tim Transisi PSSI murni pilihan hati nuraninya setelah mengukur kemampuannya tentang sepakbola. Dia juga membantah bahwa keputusan itu diambil lantaran ada desakan atau tekanan dari salah satu elemen.

’’Awalnya saya memang sangat siap dan antusias untuk menjadi bagian dari tim tersebut. Namun, setelah saya pikir-pikir, ternyata tidak mudah untuk membagi waktu dengan tugas utama saya saat ini,’’ katanya. Saat ini pria berusia 43 tahun itu bekerja di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Keputusan mundurnya Velix tersebut ditanggapi secara dingin oleh pihak Kemenpora. Deputi V Bidang Keharmonisan dan Kemitraan Kemenpora Gatot. S. Dewa Broto menuturkan, keputusan mundurnya anggota Tim Transisi PSSI sebelum bekerja tersebut adalah hal yang wajar.

Sebab, saat membentuk tim sembilan awal tahun lalu, mereka pernah mengalami hal yang sama dengan mundurnya Budiarto Shambazy dari tim.

’’Kami akhirnya mencari pengganti dan tim sembilan tetap solid dalam menjalankan tugas,’’ kata Gatot. Meski begitu, pria asal Jogjakarta tersebut menyatakan bahwa pihaknya belum memiliki sosok cadangan untuk menggantikan posisi Velix.

’’Waktu masih di tim sembilan, kami butuh waktu sepuluh hari untuk mencari pengganti Pak Shambazy. Jadi, untuk mencari pengganti Pak Velix, mungkin tidak jauh dari itu,’’ ucapnya.(dik/nap/c19/ko)

loading...
Click to comment
To Top