Dunia Entertain Paling Rawan Prostitusi Online – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Dunia Entertain Paling Rawan Prostitusi Online

MAKASSAR, FAJARONLINE — Heboh dibekuknya artis berinisal AA dan mucikarinya dalam kasus dugaan prostitusi online, mempertegas bahwa dunia hiburan menjadi target paling empuk bisnis syahwat itu.
Aktris asal Makassar, Jane Shalimar mengakui hal tersebut. Dunia entertain menurutnya paling gampang dimanfaatkan sejumlah oknum untuk menjual diri di kelas yang lebih tinggi. “Disekitar kita jelas kok, modusnya banyak, salah satunya ya lewat online,” jelasnya.

Bahkan dia tidak ragu menyebut sempat ‘diminta’ kalangan pejabat tertentu. Hanya saja bukan lewat media sosial, namun melalui pihak ketiga. “Artis ‘kan public figure, mungkin prestisenya lebih tinggi dan bisa dijual lebih mahal,” bebernya.

Bagaimana cara dia menghindari jeratan dunia prostitusi tersebut? Jane mengaku harus pandai-pandai menolak dengan halus. Hal tersebut dilakukan agar ‘pejabat’ yang meminta tidak tersinggung. “Soalnya kita tahu mereka bukan orang-orang sembarangan, jadi ya harus nolak halus,” urainya.

Mengenai rekan seprofesinya yang tersangkut kasus prostitusi online, Jane menilai hal itu terjadi karena rasa tidak puas meski sudah kelebihan materi. “Tidak puas hanya syuting, dia manfaatkan kecantikannya yang memang diincar lelaki hidung belang,” kata Jane.

Jane juga mengkritik penggunaan media sosial yang sudah tidak karuan. Menurutnya, sudah harus ada screening ketat mengenai konten apa yang layak tampil di medsos. Selama ini Jane menilai kebebasan di dunia maya sudah kebablasan.

Pendapat berbeda disampaikan sutradara dan produser asal Makassar, Ichwan Persada. Ia mengklaim artis-artis yang pernah ia ajak bekerja sama tidak pernah bersentuhan dengan dunia hitam seperti itu.

“Sebenarnya sih sama saja, mau artis atau bukan, Jakarta godaannya berat. Cuman kalau artis ya mungkin lebih berkelas. Kalau tertangkap seperti AA ini, maka ekspose-nya pasti cepat,” beber produser HIjabers In Love itu.

Ia hanya menyarankan, penggunaan medsos lebih bisa dikontrol pihak berwenang agar tidak digunakan berbisnis terlarang. Utamanya, remaja dan semua kalangan yang hendak terjun ke dunia entertain agar berhati-hati jika sudah dalam lingkaran popularitas. (ris/wik)

loading...
Click to comment
To Top