Ini Rencana Jokowi untuk Maluku Utara, Dino Umahuk : Pemprov Jangan Main-Main! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Ini Rencana Jokowi untuk Maluku Utara, Dino Umahuk : Pemprov Jangan Main-Main!

TERNATE – Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja di sejumlah daerah di Indonesia Timur. Salah satu daerah yang disinggahi oleh Presiden ke tujuh ini adalah Provinsi Maluku Utara. Kehadiran Jokowi di Maluku Utara adalah bentuk perhatian pemerintah pusat dalam pembangunan di Maluku Utara.

“Kedatangan Presiden Joko Widodo mempertegaskan langkah Pemerintah dalam percepatan pembangunan di Maluku  Utara. Oleh sebab itu, kami meminta pemerintah daerah untuk serius dalam hal ini,” kata Dino Umahuk, Sekretaris RKIH Maluku Utara dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Pria yang juga menjabat sebagai Koodinator Bidang Kelautan dan Maritim DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP-KNPI) ini mengatakan, Maluku Utara mendapat perhatian pemerintah pusat dalam desain perencanaan pengembangan wilayah secara nasional tahun 2015-2019.

Bahkan, dalam desain yang dirumuskan oleh Bappenas, tema besar Maluku Utara nantinya diarahkan sebagai daerah lumbung ikan nasional dan produsen makanan laut, industry berbasis komoditas perikanan, industry pengolahan berbasis nikel dan tembaga, serta pariwisata bahari yang memang kesemuanya dapat dikembangkan di Maluku Utara.

“Jadi kami berharap pemerintah Maluku Utara  untuk tidak main-main dan mulai serius merancang program pembangunan yang memiliki sinergitas dengan arah kebijakan nasional,” ujar mantan staf ahli Bappenas Bidang Pembangunan Perdamaian ini.

[NEXT-FAJAR]

Lebih lanjut, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang telah disahkan dalam Perpres No. 2/2015, didorong percepatan dan perluasan ekonomi wilayah Maluku Utara melalui pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yakni satu kawasan ekonomi khusus, satu kawasan industri dan pusat ekonomi daerah pinggiran.

“Selain itu, langkah pemerintah untuk atasi kesenjangan antar wilayah dan antar pulau dengan program-program pembangunan daerah tertinggal dan perdesaan. Pemerintah target untuk mengentaskan 6 kabupaten tertinggal, menurunnya angka kemiskinan di Maluku Utara menjadi 14,31 persen dan meningkatnya IPM sebesar 71,90,” imbuhnya.

Di Provinsi Maluku Utara, papar budayawan ini, pemerintah akan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai, dan Kawasan Industri Buli dengan komoditas nikel dan pusat pengolahan perikanan dan perkebunan seperti cengkeh, pala dan kelapa. Untuk kawasan strategis ini, pemerintah menganggap infrastruktur dasar menjadi kunci ekonomi.

“Karena itu, didorong pengembangan dan rehabilitasi Bandar Udara Morotai,  dan Bandar Udara Sultan Babullah di Ternate. Juga dikembangkan Pelabuhan Sofifi-Kaiyasa, pembangunan pelabuhan dan akses jalan di Kawasan Industri Buli di Kabupaten Halmahera Timur, serta pembangunan fasilitas Pelabuhan Ternate maupun sejumlah dermaga yang tersebar di Maluku Utara,” ujar Dino.

Dengan situasi wilayah provinsi Maluku Utara yang khas kepulauan dan lautan, regulasi insentif fiskal yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kompetitif akan diberikan pemerintah guna roda ekonomi kawasan strategis bergerak. Maluku  Utara juga terkenal dengan potensi wisata bahari. “Potensi ini akan menjadi perhatian serius dari pemerintah dalam pengembangan wisata bahari di Maluku Utara,” tutup Dino Umahuk. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top