“Pak Marmo Tolong Kami” – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

“Pak Marmo Tolong Kami”

SEMARANG, RAJA – Mantan Walikota Semarang Soemarmo HS meninjau lokasi kebakaran di Pasar Johar, Senin (11/5). Selain menyatakan rasa prihatinnya atas musibah yang terjadi, Soemarmo juga menyarankan pemerintah kota setempat untuk menuruti keinginan pedagang yang berkeinginan menempati Jalan Agus Salim sementara waktu.

“Pedagang Johar ingin agar bisa berjualan di Jalan Agus Salim (di depan Pasar Johar, red.) untuk sementara waktu, sebelum direlokasi,” ungkapnya.

Untuk yang kesekian kalinya, Soemarmo kembali mengunjungi Pasar Johar pascaterbakar untuk melihat perkembangan situasi dan penanganan yang dilakukan, termasuk berdialog dengan para pedagang.

Bahkan, ketika Pasar Johar terbakar pada Sabtu (9/5) malam, dirinya juga langsung menuju ke lokasi begitu mendengar kabar pasar kebanggaan masyarakat Kota Semarang itu terbakar hebat.

Pada Minggu (10/5) lalu, pihaknya juga mengunjungi Pasar Johar untuk memberikan bantuan kepada dapur umum, serta mendengarkan keluh-kesah pedagang. Begitu setibanya di Pasar Johar, Soemarmo langsung disambut para pedagang yang ternyata masih mengenal sosoknya, dan langsung menyampaikan keluhan dan harapan kepada mantan orang nomor 1 Semarang itu. “Pak Marmo, tolong agar kami bisa tetap berjualan di kawasan Johar ini. Kami ingin tetap berjualan di sini, sebelum direlokasi,” kata Surati, salah satu pedagang di Pasar Johar saat menyampaikan harapannya, karena mengetahui Soemarmo akan mencalonkan lagi.

Soemarmo mengingatkan pembangunan pasar darurat atau tempat relokasi bagi pedagang pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang jelas memerlukan waktu yang tidak singkat. ”Jalan Agus Salim, terdiri atas dua jalur yang diyakini mampu menampung para pedagang Pasar Johar yang menjadi korban kebakaran, asalkan mereka ditata dengan baik dan tertib,” ujarnya.

Namun, kata dia, Jalan Agus Salim ini hanya diperuntukkan bagi pedagang yang punya izin. Pedagang tidak bisa menunggu terlalu lama karena menyangkut hidup keluarga. “Paling cepat, tiga bulan kios darurat baru jadi. Untuk itu, sembari menunggu pembangunan tempat relokasi sementara rampung, saya kira usulan pedagang sangat bagus untuk bisa berjualan di Jalan Agus Salim,” tandasnya. (Art)

loading...
Click to comment
To Top