Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kasus Perbudakan Benjina – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kasus Perbudakan Benjina

AMBON- Polda Maluku memastikan, ada  empat orang tersangka dalam kasus perdagangan Manusia serta perbudakan di Benjina, Kabupaten Aru. Keempat tersangka terdiri dari dua orang pejabat PT. Pusaka Benjina Resources (PBR) dan dua warga Thailand.

“Tersangka dari warga Thailand masing-masing berinisial HP dan BJ. Kedua warga ini diduga sebagai pelaku penjualan manusia dengan alasan kerja. Mereka membujuk warganya dengan imbalan gaji yang diberikan PBR,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Maluku, AKB, Hasan Mukaddar saat dikonfirmasi wartawan kemarin.

Menurutnya, dari empat tersangka ini, Polisi terus melakukan pengembangan untuk memastikan tersangka lain.

Dibeberkan, para pekerja asing sering mendapat siksaan atau penganiayaan yang tidak manusiawi. Mereka disekap dalam ruang khusus yang sempit, kemudian dipukul atau dicambuk. Siksaaan itu diperoleh ketika para pekerja tidak  melakukan tugas dengan baik.

Sebelumnya, dugaan perbudakan pekerja nelayan asing di Pulau Benjina, Kepulauan Aru diungkap wartawan Associated Press (AP), dalam investigasinya yang berjudul,“Are slaves catching the fish you buy?” pada 25 Maret 2015 lalu.

Pasca laporan itu, Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla, langsung menggelar rapat kabinet terbatas, membahas perkara ini. Kemudian, pemerintah Thailand juga mengutus perwakilannya untuk melakukan investigasi.

Hasilnya, ditemukan banyak bukti yang berkaitan dengan aktiftas perbudakaan, dari ruang isolasi, kuburan hingga kesaksian para nelayan. (IO)

loading...
Click to comment
To Top