Satpol PP, Razia Pajak Kendaraan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Satpol PP, Razia Pajak Kendaraan

SEMARANG, RAJA – Jangan kaget ketika sedang melintas di jalan raya dan tiba-tiba dihentikan serombongan petugas Satpol PP Provinsi Jateng.

Mereka bukan cari-cari masalah, namun puluhan petugas Satpol bergabung dengan Satlantas Polrestabes Semarang, tengah gencar melakukan razia kendaraan dengan sasaran pengendara yang tidak tertib dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Tidak saja sepeda motor, namun mobil pribadi, truk hingga bus pun juga dihentikan dengan cara dibelokkan ke tempat parkir Wonderia. “Razia dilakukan untuk menertibkan pemilik kendaraan dalam membayar pajak kendaraan,” ungkap Sumarsono, S.H., M.H, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol Provinsi Jateng, disela memeriksa surat-surat kendaraan, Senin (11/5).

Program jemput bola dengan memeriksa pengendara dilakukan lantaran ribuan kendaraan dengan plat nomer kendaraan Jawa Tengah mengalami keterlambatan pembayaran pajak. “Total keterlambatan pembayaran pajak kendaraan mencapai Rp1,029 triliun. Karenanya, Pemprop melakukan gerakan razia kendaraan di sejumlah daerah. Di Kota Semarang dalam razia kali ini langsung bisa menghasilkan pembayaran pajak dengan nilai Rp15 juta lebih dari 40 kendaraan yang langsung melakukan pembayaran keterlambatan pajak,” ungkapnya.

Selain di Semarang, sebelumnya razia digelar di daerah kabupaten yakni Jepara, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo dan Kota Semarang. “Rencana razia ketertiban pajak akan kita gelar di Kota Kendal dan akan dilakukan terus ke sejumlah kota dan kabupaten. Dari sejumlah daerah pembayaran pajak untuk setiap daerah bisa mencapai Rp15 juta setiap hari,” ungkapnya.

?Hal senada diungkapkan Bangun Tintriyanto, S.H., M.M., Kepala UP3AD Kota Semarang II Srondol. Dalam razia, di Kota Semarang sebanyak 40 pemilik kendaraan langsung melakukan pembayaran pajak kendaraan. “Sebanyak 32 pengendara motor dan 8 pemilik mobil yang terlambat bayar bajak kendaraan, langsung melakukan pembayaran ditempat. Dalam razia kali ini kita memberikan kemudahan dimana pengendara boleh bayar pajak tanpa tunjukin BPKB tapi STNK dan KTP harus sama nama dan alamatnya,” ungkap Bangun.

Pembayaran keterlambatan pajak, hanya diperbolehkan di mobil Samsat keliling jika pajak motor terlambat kurang dari 1 tahun. “Jika terlambatnya lebih dari 1 tahun kita rekom untuk segera bayar ke samsat asal BPKB diterbitkan,” ungkapnya.

Dalam razia yang dilakukan sekitar dua jam tersebut puluhan kendaraan mendapat tilang dari Satpol PP untuk kemudian harus segera melakukan pembayaran pajak. Razia melibatkan Satpol PP, UP3AD dan Satlantas Polrestabes Semarang. (Ibr)

loading...
Click to comment
Ragam

Satpol PP, Razia Pajak Kendaraan

SEMARANG, RAJA – Jangan kaget ketika sedang melintas di jalan raya dan tiba-tiba dihentikan serombongan petugas Satpol PP Provinsi Jateng.

Mereka bukan cari-cari masalah, namun puluhan petugas Satpol bergabung dengan Satlantas Polrestabes Semarang, tengah gencar melakukan razia kendaraan dengan sasaran pengendara yang tidak tertib dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Tidak saja sepeda motor, namun mobil pribadi, truk hingga bus pun juga dihentikan dengan cara dibelokkan ke tempat parkir Wonderia. “Razia dilakukan untuk menertibkan pemilik kendaraan dalam membayar pajak kendaraan,” ungkap Sumarsono, S.H., M.H, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol Provinsi Jateng, disela memeriksa surat-surat kendaraan, Senin (11/5).

Program jemput bola dengan memeriksa pengendara dilakukan lantaran ribuan kendaraan dengan plat nomer kendaraan Jawa Tengah mengalami keterlambatan pembayaran pajak. “Total keterlambatan pembayaran pajak kendaraan mencapai Rp1,029 triliun. Karenanya, Pemprop melakukan gerakan razia kendaraan di sejumlah daerah. Di Kota Semarang dalam razia kali ini langsung bisa menghasilkan pembayaran pajak dengan nilai Rp15 juta lebih dari 40 kendaraan yang langsung melakukan pembayaran keterlambatan pajak,” ungkapnya.

Selain di Semarang, sebelumnya razia digelar di daerah kabupaten yakni Jepara, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo dan Kota Semarang. “Rencana razia ketertiban pajak akan kita gelar di Kota Kendal dan akan dilakukan terus ke sejumlah kota dan kabupaten. Dari sejumlah daerah pembayaran pajak untuk setiap daerah bisa mencapai Rp15 juta setiap hari,” ungkapnya.

?Hal senada diungkapkan Bangun Tintriyanto, S.H., M.M., Kepala UP3AD Kota Semarang II Srondol. Dalam razia, di Kota Semarang sebanyak 40 pemilik kendaraan langsung melakukan pembayaran pajak kendaraan. “Sebanyak 32 pengendara motor dan 8 pemilik mobil yang terlambat bayar bajak kendaraan, langsung melakukan pembayaran ditempat. Dalam razia kali ini kita memberikan kemudahan dimana pengendara boleh bayar pajak tanpa tunjukin BPKB tapi STNK dan KTP harus sama nama dan alamatnya,” ungkap Bangun.

Pembayaran keterlambatan pajak, hanya diperbolehkan di mobil Samsat keliling jika pajak motor terlambat kurang dari 1 tahun. “Jika terlambatnya lebih dari 1 tahun kita rekom untuk segera bayar ke samsat asal BPKB diterbitkan,” ungkapnya.

Dalam razia yang dilakukan sekitar dua jam tersebut puluhan kendaraan mendapat tilang dari Satpol PP untuk kemudian harus segera melakukan pembayaran pajak. Razia melibatkan Satpol PP, UP3AD dan Satlantas Polrestabes Semarang. (Ibr)

loading...
Click to comment
To Top