Data IKAPPI dengan Data Pemkot Berbeda – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Data IKAPPI dengan Data Pemkot Berbeda

SEMARANG, RAJA – IKAPPI juga menambahkan, Pemkot Semarang dan Pemprov Jateng harus melakukan pendinginan lokasi kebakaran agar pedagang bisa mengambil barang yang bisa diselamatkan. Melakukan pendataan ulang meliputi jumah kerugian dan memastikan seluruh pedagang korban kebakaran terdata dan tidak ada yang terlewatkan. “Karena kami memiliki data ada 9.000 kios dan hampir 8000an yang terbakar, tapi menurut Pemkot hanya 4000an, jadi harus didata ulang,” kata Abdullah Mansuri.

Pihaknya juga mendorong Pemkot Semarang sesegera mungkin berkoordinasi dengan  Bank Indonesia (BI) dan pemerintah pusat untuk mengupayakan pemutihan hutang (Kredit Perbankan) para korban kebakaran. “Ini sebagai langkah penyelamatan asset meringkan beban pedagang,” terangnya.

Selain itu, tidak menggunakan pihak ketiga (investor) dalam pembangunan kembali Pasar Johar dengan mengupayakan dan memanfaatkan anggaran dari pemerintah pusat (Dana Revitalisasi Pasar) serta pendampingan dari pemerintah provinsi dan pemerintah kota. “Pembangunan kembali pasar johar harus mencerminkan budaya lokal dengan tidak mengubah dari bentuk bangunan pasar yang lama. Bahkan, melibatkan pedagang dalam setiap proses kebijakan yang terkait dengan pasar Johar,” tegasnya..

Pernyataan IKAPPI itu diperkuat salah satu saksi kejadian yang melihat kebakaran secara langsung. Saat kebakaran terjadi, listrik di lokasi pasar yang belum dilalap api ternyata masih menyala. Padahal, jika korsleting listrik seharusnya listrik seluruhnya sudah padam. “Lampu masih menyala, meski api berkobar,” kata saksi yang enggan disebutkan identitasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang sepatu dan konveksi, Aziz (29) juga mengatakan, sempat mendengar ada beberapa kali suara ledakan dari belakang saat kebakaran. Informasi ledakan dari tabung gabus yang meledak, namun belum jelas kepastiannya. Api berasal dari bagian depan dan hanya dalam tiga menit sudah membakar bagian tengah pasar. “Kami ingin, Pasar Johar segera direhab, dan ada kebijaksanaan dari pemkot. Kami juga mengharapkan segera ada lokasi pasar sementara yang lebih baik,” katanya. Dia mengaku kerugian yang dialami mencapai Rp300 juta.(Art)

loading...
Click to comment
To Top