Irman YL Narasumber Bedah Buku Milik Guru Besar UGM – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Irman YL Narasumber Bedah Buku Milik Guru Besar UGM

MAKASSAR, FAJARONLINE — Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Provinsi Sulsel Irman Yasin Limpo menjadi narasumber pada acara bedah buku milik Kepala Lembaga Negara (LAN) RI Prof Dr Agus Dwiyanto berjudul “Reformasi Birokrasi Kontekstual: Kembali ke Jalur yang Benar”, di Makassar, Rabu 13 Mei

Irman tampil duet dengan Rektor Universitas Fajar (UNIFA) Prof Dr Sadly MPA dan dihadiri seratusan peserta dari berbagai elemen, mahasiswa, dosen, birokrat dan lain sebagainya.

None sapaan akrab Irman YL menyebutkan bahwa idealnya memang track bikrokrasi dari filosofi reformasi birokrasi adalah mengubah orientasi dari paradigma dilayani menjadi paradigma yang berorientasi mayani. Pemimpin adalah pelayan publik bukan dilayani publik.

Reformasi birokrasi yang berjalan di Indonesia saat ini sudah keluar dari jalur yang seharusnya. Reformasi birokrasi yang pada awalnya bertujuan untuk mengubah kultur dan mindset birokrat dari mental bos menjadi mental pelayan justru mengalami pergeseran dalam prosesnya.

“Reformasi birokrasi yang berjalan justru menggeser hal yang substantif kepada hal yang teknis. Karena beberapa instansi, baik itu Kementerian/Lembaga atau Pemda lebih sibuk mengurusi hal-hal yang sifatnya dokumen daripada mengurus perubahan itu sendiri,” jelas Prof. Dr. Agus Dwiyanto yang juga guru besar Universitas Gajah Mada (UGM) ini.

Selain dianggap keluar jalur, reformasi birokrasi yang berjalan juga tidak melibatkan stakeholders secara menyeluruh. Akibatnya, banyak harapan publik yang tidak terpenuhi. Padahal peran mereka cukup besar sebagai para pihak yang cukup berkepentingan dengan birokrasi.

Menurut dia, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mengembalikan Reformasi Birokrasi ke jalur yang benar. Reformasi Birokrasi harus kontekstual dan melibatkan para pemangku kepentingan.

“Pelibatan ini dimaksudkan untuk mendorong terjadinya perubahan substansial dalam setiap kementerian dan lembaga. Jadi ada peran dari pihak lain. Bukan seperti sekarang, berjalan sendiri tanpa melibatkan pihak lain,” jelasnya. (iad/wik)

loading...
Click to comment
To Top