Johar Effeck, Buah dan Sayuran di Pasar Demak Melambung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Johar Effeck, Buah dan Sayuran di Pasar Demak Melambung

DEMAK, RAJA – Pasca kebakaran Pasar Johar Kota Semarang pada Sabtu (9/5) lalu, harga kebutuhan pokok, terutama sayuran dan buah di beberapa pasar daerah sekitar Kota Semarang mengalami kenaikan. Kenaikan harga tersebut seperti di Pasar Bintoro, Demak.

Salah satu pedagang buah di Pasar Bintoro, Istianah (51) membenarkan, bahwa dua hari terakhir memang terjadi kelangkaan. Hal tersebut dikarenakan kelangkaan stok buah. Seperti diketahui bahwa Pasar Johar merupakan pusat perkulakan buah dan sayuran di Kota Semarang, yang juga menjadi rujukan pedagang daerah sekitar.

Supaya barang dagangannya tetap ada, Istianah memasok buah dari Pasar Bandungan bahkan memesan dari Kudus maupun Jepara. “Karena jarak kulakannya lebih jauh, tentu memerlukan ongkos transportasi yang lebih. Oleh sebab itu harga buah buahan meroket tajam seperti buah Melon dan Semangka yang sebelumnya Rp 4500/kg menjadi Rp 8000/kg,” kata dia kepada Rakyat Jateng, Selasa (12/5).

Hal senanda  juga disampaikan Amronah (52) pedagang sayuran yang sehari hari berjualan di Pasar Sayung. Dia mengatakan bahwa sayuran yang ia jual mengalami kenaikan harga, seperti sayuran Kol, Bawang Merah juga mengalami kenaikan hingga Rp 5000, dari semula harga Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu rupiah. “Ya karena Pasar Johar terbakar kemarin. Kalau biasanya beli di sana (Pasar Johar, red) sekarang harus ke Bandungan, yang jaraknya lebih jauh,” tandas dia.

Dari pantauan Rakyat Jateng kenaikan harga buah maupun sayuran dikarenakan selain pasca kebakaran Pasar Johar, juga pengambilan stok dagangan dari luar daerah. Sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga untuk mengembalikan modal dagangannya.

Seperti diberitakan bahwa pada Sabtu (9/5) sekira pukul 20.45 WIB, Pasar Johar mengalami kebakaran, dan menyebabkan ribuan kios pedagang yang ada di pasar yang dibangun pada 1937 itu musnah.

Angin yang bertiup kencang menyebabkan kebakaran terus merembet ke Pasar Yaik yang masih satu kawasan dengan Pasar Johar, dan api baru berhasil dikuasai pada Minggu (10/5) pagi.

Kebakaran yang diduga terjadi akibat hubungan arus pendek listrik itu diketahui pertama kali dari salah satu kios pakaian di pasar yang terdapat 1.000 pedagang dan dengan nilai transaksi uang mencapai belasan hingga puluhan miliar rupiah per hari.

Luasan Pasar Johar dan Yaik mencapai 4,4 hektar dengan jumlah pedagang sekitar 7 ribu hingga 8 ribu orang. Kebakaran terjadi Sabtu (9/5) sekira pukul 21.00 WIB dan baru padam Minggu (10/5) sekira pukul 11.00 WIB. (Faiz)

Click to comment
To Top