KemenPAN: Lewat 16 Mei, Tidak Dapat Formasi CPNS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

KemenPAN: Lewat 16 Mei, Tidak Dapat Formasi CPNS

JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) memberikan ultimatum terhadap pemerintah daerah (Pemda) agar segera mengajukan formasi CPNS 2015. Batas akhir pengajuan formasi hanya sampai pada tanggal 16 Mei 2015. Jika melewati batas tersebut, KemenPAN tidak akan memberikan kuota CPNS pada Pemda yang bersangkutan.

Kondisi yang dialami di Sultra, masih banyak daerah yang masih berkutat pada analisis jabatan. Mereka belum mengajukan formasi jabatan secara online ke KemenPAN-RB. Daerah yang belum rampung analisis jabatannya yakni Baubau, Busel, Muna Barat, Konut, Wakatobi, Konkep, Buton, dan Butur. Sementara, Pemprov Sultra, Pemkot Kendari, Buton Tengah, dan Kolaka Utara telah mengajukan kebutuhan CPNS 2015.

Terdapat beberapa daerah yang berpotensi tidak mendapatkan jatah CPNS karena belanja pegawainya melebihi 40 persen yakni Muna, Bombana, Konawe dan Kolaka. “Tadinya terakhir itu 30 April. Namun, karena server di MenPANRB itu drop, terlalu banyak yang masuk jadi server tidak mampu sehingga down. Oleh karena itu pengusulan diundur hingga 16 Mei sembari menunggu perbaikan selama 2-3 hari yang dilakukan tim IT dari MenPANRB,” tutur Subowo Djoko Widodo, Asisten Deputi (Asdep) Koordinasi, Kebijakan Penyusunan Evaluasi Program dan Pembinaan Integrasi SDM Aparatur KemenPAN-RB, Selasa (12/5).

Bowo sapaan akrab Subowo Djoko Widodo menjelaskan, seluruh kementerian/lembaga (K/L), dan pemerintah daerah (Pemda) harus menyelesaikan e-formasi yang sebelumnya tenggat waktu yang ditentukan. “Sudah tidak ada alasan bagi Kementerian/lembaga ataupun pemerintah daerah telat mengajukan usulan melalui e-formasi. Seperti kata Menteri sebelum, tanpa ada alasan yang jelas hingga tenggat waktu yang diberikan belum memasukan usulan maka daerah tersebut tidak akan mendapatkan formasi, kecuali memang alasannya jelas,” jelasnya.

Sambung Bowo mengatakan ada beberapa alasan yang memang dapat ditolerir seperti jaringan internet dan kualitas aplikasi. Ia menjelaskan biasanya ada daerah yang memang susah jaringan internetnya, tapi itu juga akan dites kebenarannya. “Kita akan turunkan tim untuk uji signalnya. Kalau benar signalnya jelek ya kita berikan waktu lagi. Tapi kalau hanya asalan itu pasti akan mendapatkan sanksi. Begitu juga dengan biasanya ada aplikasi ketika kita melakukan penginputan data untuk tahap kedua. Data yang kita input pertama itu hilang, nah itu dapat kita bantu dengan catatan segera melaporkan hal tersebut kepada kami,” terangnya.

[NEXT-FAJAR]

Sementara, Kepala BKDD Buton Tengah, Muhamad Rizal menjelaskan, seluruh daerah diminta mengisi data analisis beban kerja dan analisis jabatan terhadap pegawai yang ada di daerah. “Itu sudah kita lakukan sehingga semua instansi dan sekolah di Buton Tengah sudah diketahui jumlah tenaga PNSnya. Dengan begitu KemenPAN dapat melihat tenaga apa saja dan berapa jumlah yang dibutuhkan setiap sekolah atau dinas,” tukasnya.

Begitupun Kepala BKDD Kota Baubau, Dr Roni Muhtar. Ia menjelaskan, meski Kota Baubau memiliki beban belanja pegawai di atas batas ketentuan namun masih ada peluang untuk mendapat jatah penerimaan CPNS. Namun kouta bukan untuk formasi umum karena di Baubau formasi tersebut sudah melebihi ambang batas, namun Baubau masih kurang untuk tenaga guru dan kesehatan.

Untuk Kabupaten Buton Selatan, sebagai wilayah yang baru terbentuk sebagai daerah otonom baru juga tak ingin ketinggalan ambil bagian dalam formasi penerimaan CPNS tahun 2015. Organisasi tata laksana Sekretariat Buton Selatan sementara merampungkan hasil analisasis kepegawaian.

Sementara, Muna Barat dan Muna belum mengajukan kebutuhan CPNS 2015. “Usulan kebutuhan CPNSD belum kita ajukan. Kita masih melakukan analisa beban kerja dan analisa jabatan, untuk mengetahui formasi apa saja kebutuhan prioritas kita saat ini,”kata Drs Ahmad Lamani, Sekda Muna Barat. Di Kabupaten Muna belum juga melakukan pengusulan kebutuhan CPNS. “Kita masih akan koordinasikan dengan Bupati, berapa banyak yang akan diterima. Hal ini terkait dengan kondisi DAU Muna,”kata Sukarman Loke, Kepala BKD Muna.

Untuk Konut, BKD memastikan bakal mengusul CPNS melalui jalur umum tahun ini. Kepala BKD Konut, Kahar yang dihubungi, kemarin, (11/5), memastikan hal itu. Namun untuk usulan formasi jurusan yang akan dibuka beserta besaran jumlah yang akan diterima dari setiap usulan tersebut pihaknya belum memastikan. “Kita belum bisa sampaikan dulu (Formasi usulan CPNS). Karena kita masih sementara melakukan pembenahan jumlah data jabatan atau posisi yang ada di SKPD terlebih dahulu. Kami mau koneksikan terlebih dahulu. Akan tetapi setelah selesai itu baru dilakukan perhitungan berapa jumlah kebutuhan PNS di Konut yang perlu dibuka,” ungkapnya.

[NEXT-FAJAR]

Kepala BKDD Wakatobi saat ini juga masih melakukan analisis jabatan. “Jika semuanya sudah jelas pastilah kita upayakan secepatnya. Dan kita berharap semoga kuota yang akan diberikan kepada kita sesuai dengan apa yang kita inginkan,” harapnya.

Meskipun Konkep terancam diblacklist dalam penerimaan CPNS 2015, namun daerah yang dinakhodai H. Muh Nur Sinapoy itu tetap mengajukan usulan formasi CPNS. Sebanyak 500 kebutuhan CPNS yang diajukan. “Analisis kebutuhan CPNS belum rampung,” ungkap Jumarlin, Kabid Mutasi BKD Konkep.

Sedang, BKD Kolaka Utara telah mengusulkan 300 formasi CPNS. Instansi tersebut masih menunggu panggilan pihak kementrian untuk menindaklanjuti formasi apa saja yang bisa direstui. “Sudah diusulkan 300-an kalau tidak salah yang ditangani oleh bagian oganisasi dan tatalaksana (Ortala) Sekretariat Daerah Kolut. Saya kurang hafal jumlah pastinya namun kalau saya tidak salah ingat itu jumlahnya,” Sekretaris BKD Kolut, Muh. Yasin.

Berbeda dengan Kabupaten Bombana, salah satu daerah di Sultra yang memastikan diri tidak mendapatkan jatah penerimaan CPNS tahun ini. Sekda Bombana, Burhanuddin A HS Noy mengatakan, untuk tahun 2015 ini dipastikan tidak ada penerimaan CPNS di daerah itu. Selain karena Pemkab Bombana masih fokus menyelesaikan pengangkatan pegawai dari sisa tenaga honorer K1 dan K2, hal lain disebabkan karena  adanya moratorium pengangkatan pegawai baru dari pemerintah pusat.

“Yang pasti, pemda Bombana belum mengusulkan penerimaan CPNS di tahun 2015 ini. Sekarang kami masih fokus pada pengangkatan sisa tenaga honorer,” kata Burhanuddin. Kepastian tidak adanya pengusulan pengangkatan pegawai baru juga dikuatkan dengan tidak dianggarkan pengadaan pegawai baru dalam APBD 2015 ini. Menurut Sekda, hal tersebut sengaja dilakukan, karena jika dianggarkan, maka dananya otomatis tidak akan terealisasi karena item kegiatannya tidak ada. (p1/dan/rus/def/min/gol/bas/wa/KP)

loading...
Click to comment
To Top