Pelabuhan Bungkutoko Dijatah Rp 37 Miliar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Pelabuhan Bungkutoko Dijatah Rp 37 Miliar

KENDARI – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan perhatian khusus kepada Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Tidak sedikit anggaran yang digelontorkan untuk memperbaiki infrastruktur pelabuhan dan bandara.

Total anggaran yang digelontorkan di Sultra sebesar Rp 899 miliar. Dari total anggaran yang disiapkan Kemenhub, 60 persen diantaranya diperuntukan membenahi infrastruktur pelabuhan laut. Alokasi anggaran terbesar terserap pada pembangunan pelabuhan peti kemas Bungkutoko dan Baubau.

Khusus pelabuhan Bungkutoko, prosesnya kini sudah masuk tahap tender. Untuk tahap awal, sebesar Rp 37 miliar akan dikucurkan. Anggaran sebesar ini diperuntukan bagi pembangunan drainase dan penambahan lokasi peti kemas pelabuhan Bungkutoko. Rencana pengerjaan fisiknya bakal dimulai akhir Mei ini.

“Alhamdulillah, proyek pembangunan pelabuhan Bungkutoko dipastikan bisa dimulai tahun ini. Kini, prosesnya tinggal menunggu pemenang lelang yang sudah masuk tahap akhir. Bahkan berdasarkan informasi dari Satker, kemungkinan akhir bulan Mei sudah bisa dikerjakan,” ungkap Ma’mun Supriatna, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra kemarin.

Sesuai peruntukannya kata mantan Kepala Dinas PU Sultra ini, alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Rp 37 miliar. Rp 11 miliar untuk membenahi drainase pelabuhan. Sementara Rp 26 miliar bagi pembangunan areal kontainer pelabuhan seluas 110 kali 200 meter. Anggaran ini belum termasuk mega proyek PT. Pelindo yang juga direncanakan mulai tahun ini.

Selain pelabuhan Bungkutoko, tahun ini Kemenhub juga akan membenahi 14 pelabuhan dan 5 bandara di Sultra. Untuk tahap awal, anggaran yang siap dikucurkan sebesar Rp 524,3 miliar yang bersumber dari APBN 2015. Sementara selebihnya Rp 374,7 miliar telah disetujui pemerintah melalui APBN perubahan. Hingga kini, proses tendernya masih sementara berlangsung bahkan ada yang telah memulai proses pengerjaan fisik.

Upaya peningkatan kapasitas itu bagi Pelabuhan Pomalaa, Boepinang, Wanci, Lasalimu, Tondasi, Maligano, Molawe, Langara, Mawasangka dan lainnya. Termasuk membangun Pelabuhan Wanci, sebagai upaya pemerintah meningkatkan kunjungan wisata di Wakatobi. Sementara fungsi pelabuhan Nusantara akan dipindahkan ke Bungkutoko.

“Di sisi kepelabuhanan, Kemenhub memberi perhatian lebih. Sejalan dengan pembangunan tol laut, proyeksi anggaran untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur pelabuhan cukup besar. Bukan hanya pembangunan pelabuhan peti kemas dan penambahan fasilitas Bungkutoko serta Baubau, Kemenhub juga menganggarkan dana bagi pelabuhan di wilayah kepulauan,” jelasnya. (b/mal/KP)

loading...
Click to comment
Ragam

Pelabuhan Bungkutoko Dijatah Rp 37 Miliar

KENDARI – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan perhatian khusus kepada Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Tidak sedikit anggaran yang digelontorkan untuk memperbaiki infrastruktur pelabuhan dan bandara.

Total anggaran yang digelontorkan di Sultra sebesar Rp 899 miliar. Dari total anggaran yang disiapkan Kemenhub, 60 persen diantaranya diperuntukan membenahi infrastruktur pelabuhan laut. Alokasi anggaran terbesar terserap pada pembangunan pelabuhan peti kemas Bungkutoko dan Baubau.

Khusus pelabuhan Bungkutoko, prosesnya kini sudah masuk tahap tender. Untuk tahap awal, sebesar Rp 37 miliar akan dikucurkan. Anggaran sebesar ini diperuntukan bagi pembangunan drainase dan penambahan lokasi peti kemas pelabuhan Bungkutoko. Rencana pengerjaan fisiknya bakal dimulai akhir Mei ini.

“Alhamdulillah, proyek pembangunan pelabuhan Bungkutoko dipastikan bisa dimulai tahun ini. Kini, prosesnya tinggal menunggu pemenang lelang yang sudah masuk tahap akhir. Bahkan berdasarkan informasi dari Satker, kemungkinan akhir bulan Mei sudah bisa dikerjakan,” ungkap Ma’mun Supriatna, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra kemarin.

Sesuai peruntukannya kata mantan Kepala Dinas PU Sultra ini, alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Rp 37 miliar. Rp 11 miliar untuk membenahi drainase pelabuhan. Sementara Rp 26 miliar bagi pembangunan areal kontainer pelabuhan seluas 110 kali 200 meter. Anggaran ini belum termasuk mega proyek PT. Pelindo yang juga direncanakan mulai tahun ini.

Selain pelabuhan Bungkutoko, tahun ini Kemenhub juga akan membenahi 14 pelabuhan dan 5 bandara di Sultra. Untuk tahap awal, anggaran yang siap dikucurkan sebesar Rp 524,3 miliar yang bersumber dari APBN 2015. Sementara selebihnya Rp 374,7 miliar telah disetujui pemerintah melalui APBN perubahan. Hingga kini, proses tendernya masih sementara berlangsung bahkan ada yang telah memulai proses pengerjaan fisik.

Upaya peningkatan kapasitas itu bagi Pelabuhan Pomalaa, Boepinang, Wanci, Lasalimu, Tondasi, Maligano, Molawe, Langara, Mawasangka dan lainnya. Termasuk membangun Pelabuhan Wanci, sebagai upaya pemerintah meningkatkan kunjungan wisata di Wakatobi. Sementara fungsi pelabuhan Nusantara akan dipindahkan ke Bungkutoko.

“Di sisi kepelabuhanan, Kemenhub memberi perhatian lebih. Sejalan dengan pembangunan tol laut, proyeksi anggaran untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur pelabuhan cukup besar. Bukan hanya pembangunan pelabuhan peti kemas dan penambahan fasilitas Bungkutoko serta Baubau, Kemenhub juga menganggarkan dana bagi pelabuhan di wilayah kepulauan,” jelasnya. (b/mal/KP)

loading...
Click to comment
To Top