SBY Butuh Sekjen yang Energik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

SBY Butuh Sekjen yang Energik

SURABAYA—Ketua DPP Partai Demokrat, Daday Hudaya menegaskan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono membutuhkan figur sekjen yang energik, pasca ditetapkan sebagai ketua umum lagi dalam kongres ke IV di Surabaya.

Hal ini karena tantangan partai kedepannya akan semakin berat dan oleh karena itu dibutuhkan sosok yang memiliki semangat juang tinggi.

“Ya mau tidak mau kita harus menyesuaikan dengan perkembangan dinamika di lapangan. Yang pasti semangat dan energik itu penting dimiliki oleh sekjen Partai Demokrat kedepannya,” kata Daday di sela-sela acara kongres Partai Demokrat di Surabaya, Jawa Timur Selasa, (12/5).

Dengan jiwa yang energik dari seorang sekjen, Daday yakin kerja-kerja politik partai akan maksimal. Sebab dengan sikap energik seorang sekjen akan sangat membatu ketua umum dalam menggerakkan roda organisasi hingga tingkat paling bawah.

“Kalau sekjennya energik, maka sinergi dengan ketum semakin efektif dan maksimal. Sehingga tugas ketum untuk turun hungga tingkat paling bawah bisa ditopang oleh si sekjen,” lanjut Daday.

Daday menjelaskan SBY sebagai ketum tidak mungkin bisa keliling seluruh Indonesia lagi untuk menyambangi para pengurus di daerah.

Untuk itu dibutuhkan sekjen yang bisa mewakili dan merepresentasikan ketua umum yang memiliki kesamaan pandangan dan energi untuk berkeliling seluruh Indonesia guna melakukan konsolidasi.

“Dulu SBY sebagai presiden saja dengan segala fasilitas yang melekat padanya tidak bisa menyambangi semua pengurus PD di daerah untuk konsolidasi. Apalagi sekarang SBY sudah tidak lagi menjadi presiden dan segala fasilias yang melekat padanya ketika menjadi presiden sudah ditarik,maka dia perlu orang yang bisa mewakilinya untuk hadir ke daerah-daerah, bahkan yang terpencil sekalipun,” paparnya.

Selain itu Daday juga mengatakan figur sekjen Partai Demokrat kedepannya harus bisa diterima oleh semua pihak. Dengan demikian Daday yakin keberadaan sekjen akan menjadikan kelompok-kelompok internal yang ada selama ini menjadi bersatu-padu.

“Juga sekjen itu harus figur yang mampu menjadi perekat maupun pemersatu satu dengan yang lainnya,” kata Daday. (fmc)

loading...
Click to comment
To Top