Blanko Beasiswa Palsu Ditemukan Beredar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Blanko Beasiswa Palsu Ditemukan Beredar

BULUKUMBA, FAJAR — Ratusan blanko beasiswa palsu ditemukan beredar di sejumlah sekolah di Kecamatan Gantarang, Bulukumba.

Blanko beasiswa tersebut merupakan program keluarga harapan (PKH), untuk siswa SMP dan SMA, jumlah beasiswa mencapai Rp1 juta, sementara murid SD hanya Rp500 ribu per triwulan. Salah satunya, di SMK Negeri 10 Bulukumba, jumlah siswa yang memperoleh beasiswa palsu yang beredar mencapai 74 orang dari jumlah siswa sebanyak 96 orang.

“Saat saya ke bank ternyata beasiswa tersebut palsu,” ujar Aditya Febrianto, kemarin.
Aditya mengaku, blanko beasiswa palsu tersebut didapatkan dari oknum petugas pendamping PKH Bulukumba yang bertugas melakukan pendataan disejumlah desa di Bulukumba. Menurutnya, blanko beasiswa tersebut dibeli seharga Rp100 ribu untuk memperoleh beasiswa yang dijanjikan pencairan beasiswa sebanyak 4 kali dalam setahun.

“Kami tergiur dengan jumlahnya mencapai Rp1 juta, makanya kami beli saja,” ujar Aditya.
Sementara Kepala Sekolah SMKN 10 Bulukumba, Helleng Ra’as mengatakan, blanko beasiswa yang diterima oleh puluhan siswanya banyak yang ganda, sehingga dirinya berinisiatif untuk mengumpulkan blanko tersebut untuk diperiksa keasliannya.

“Setelah saya perintahkan siswa mengumpulkan blanko, ternyata jumlahnya mencapai 74 orang, ini namanya penipuan,” ujar Helleng.
Dia melanjutkan, penerima beasiswa dan penerbitan blanko tidak ada hubungannya dengan sekolah sebab itu program dinas sosial Kabupaten Bulukumba. Menurutnya, ada oknum yang tidak jelas asal usulnya melakukan penipuan terhadap sejumlah siswa tidak mampu di desa.

“Itu tidak ada hubungannya dengan sekolah, saya prihatin saja karena siswa saya banyak tertipu,” ujar dia.
Sementara Kordinator Pendamping PKH Bulukumba, Besse Nasriana mengatakan, bantuan beasiswa tersebut tidak mungkin ada yang ganda lantaran itu program terkontrol sehingga pencatatannya jelas. Menurutnya, jika ditemukan ada blanko palsu, itu bukan diterbitkan dari Pendamping PKH sebab ada nomor seri yang dikeluarkan.

“Silahkan cek ke masing-masing desa, kalau ada palsu, itu perbuatan oknum saja,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pihaknya sangat teliti dalam mendata warga penerima manfaat, sebab jumlah yang dikeluarkan sangat terbatas sehingga harus diberikan kepada orang yang betul-betul membutuhkan. Menurutnya, jumlah penerima siswa bantuan PKH tahun ini hanya 1.640 kepala keluarga yang memiliki anak yang masih sekolah di SD, SMP dan SMA.
“Syaratnya harus keluarga tidak mampu, dan memiliki anak yang masih sekolah,” jelas dia.(dir)

loading...
Click to comment
To Top