Mabes Polri Akan Periksa Dua Menteri Era SBY – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Mabes Polri Akan Periksa Dua Menteri Era SBY

JAKARTA-Kasus dugaan korupsi transaksi penjualan Kondensat bagian negara juga menyeret dua mantan menteri, Purnomo Yusgiantoro dan Sri Mulyani.

Direktur Tindak Pidana Khusus Bareskrim Brigjen Victor Edi Simandjuntak menjelaskan, tidak menutup kemungkinan dua menteri era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu akan turut diperiksa terkait kasus dugaan pencucian uang dan korupsi Kondensat bagian negara oleh PT Trans Pacific Petrochemcal Indotama (TPPI) yang ditunjuk Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) atau dulu dikenal BP Migas. Namun itu tergantung penelitian dokumen di Pusat Penelusuran Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pekan depan.

“Senin kami akan paparkan di PPATK,” kata Victor saat dihubungi, Jumat (15/5).

Dalam paparan nanti, menurut Victor, akan terkuak mengenai aliran dana mencurigakan pada proyek ini, termasuk mengenai kemungkinan adanya pendanaan ke partai politik.

Victor menambahkan, dalam kasus ini, Polri telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu Djoko Harsono (DH), Honggo Wendratno (HW), dan Raden Prijono (RP).

“Saat ini kita masih fokus pemeriksaan terhadap dokumen dan saksi belum pemeriksaan tersangka. Hari ini tidak ada agenda pemeriksaan saksi, kita meneliti dokumen dulu,” bebernya.

Victor juga menepis saat disinggung mengenai klarifikasi pihak BPK yang menyebutkan belum adanya permintaan Polri untuk penghitungan kerugian negara dalam proyek Kondensat Bagian Negara.

“Sejak sebelum disidik kasus ini, kita sudah koordinasi. Makanya kita tahu ada audit dan investigasi,” tegas Victor.

Sebelumnya Victor menyampaikan, berdasarkan pemeriksaan para saksi, pihaknya mendapatkan temuan baru bahwa PT TPPI menerima kondensat pada Maret 2009. Victor juga membeberkan, pada 31 Desember 2008, kondisi keuangan PT TPPI berada di kisaran 2 juta dolar AS atau setara Rp 26 miliar. Tidak menutup kemungkinan para saksi akan dipanggil kembali untuk pemeriksaan lebih lanjut.[wid/rmol]

loading...
Click to comment
To Top