Nelayan Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Nelayan Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi

BULUKUMBA, FAJAR ONLINE — Syahbandar Wilayah Bulukumba, mengingatkan nelayan setempat agar waspada terhadap cuaca pancaroba. Buruknya kondisi cuaca saat ini mengakibatkan gelombang laut meninggi dan kerap berubah-ubah.

Data Syahbandar Bulukumba, Kamis, 14 Mei, tinggi gelombang laut di Perairan Bulukumba mencapai 2-3 meter, sementara wilayah perairan Selayar, cuaca juga tiba-tiba ekstrem sehingga nelayan harus waspada.

Petugas Syahbandar Bulukumba, Anto menjelaskan sejak memasuki musim timur, ketinggian ombak sudah dalam kategori waspada sebab sulit diprediksi kondisi cuacanya. Menurut Anto, ketinggian gelombang hingga 3 meter sudah berbahaya bagi kapal-kapal nelayan. “Kami masih memberikan peringatan, belum ada larangan melaut,” ujar Anto, Kamis, 14 Mei.

Anto juga menghimbau kepada nelayan Bulukumba dan sekitarnya agar mewaspadai kondisi cuaca di perairan Selayar sebab ketinggian gelombang bisa mencapai lebih dari 3 meter. Menurutnya, walaupun nelayan berpengalaman, namun jangan mengabaikan peringatan syahbandar sebab kondisi cuaca kapan saja bisa berubah-ubah.

“Pemilik kapal jangan memaksakan melaut, setidaknya hindari dulu perairan Selayar,” ujarnya.

Sementara nelayan Kampong Nipa, Bulukumba, Syahrir mengatakan, kapal berukuran 5 gros ton (GT) ke bawah harus mewaspadai imbauan Syahbandar tersebut. Dia menjelaskan, jika kondisi cuaca tidak mendukung, maka biasanya nelayan Bulukumba enggan menyeberang ke perairan Selayar sebab wilayahnya memang terbilang ekstrem.

“Biasanya modal nekat saja, tapi kami melaut tidak terlalu jauh dari wilayah Bulukumba,” jelasnya.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan dan Kelautan Bulukumba, Fahri, mengatakan, pihaknya juga sudah mengeluarkan peringatan kepada nelayan agar terhindar dari kecelakaan laut. Fahri menjelaskan, Imbauan ini lebih khusus bagi nelayan-nelayan kecil di sekitar Bulukumba agar tidak melaut untuk beberapa hari ke depan karena cuaca sekitar perairan itu buruk.

“Kalau saja sudah demikian namun masih tetap melanggar, maka resikonya ditanggung sendiri,” jelasnya. (dir/wik)

loading...
Click to comment
To Top