Jika Terbukti, Lima Oknum Petugas Jaga BNN Terancam Dipecat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Jika Terbukti, Lima Oknum Petugas Jaga BNN Terancam Dipecat

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) saat ini tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap lima oknum petugas jaga tahanan di BNN. Kelima oknum petugas tersebut diduga membantu pelarian sepuluh tahanan narkoba beberapa waktu lalu.

Kepala BNN, Komjen Anang Iskandar menegaskan, jika kelima oknum tersebut terbukti membantu pelarian sepuluh tahanan, maka dirinya tidak segan-segan untuk memberikan sanksi berat. Diantaranya sanksi kode etik dan juga pidana.

Bahkan, lanjut Anang, ancaman hukuman terberat bisa sampai pada hukuman pemecatan. “Ada petugas bagian jaga, semuanya ada lima petugas jaga,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar usai sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5). “Kalau ketahuan dia berbuat curang, kami pecat,” tegas jenderal bintang tiga ini.

Ia menambahkan, oknum-oknum itu diduga membantu pelarian karena tergiur dengan iming-iming uang. Namun, Anang enggan menyebutkan siapa bandar narkoba yang memberikan uang tersebut. “Mau tahu saja kamu,” kata Anang santai.

Seperti diketahui 10 tahanan BNN kabur beberapa waktu lalu. Sembilan di antaranya sudah berhasil ditangkap. Kini tinggal satu tahanan bernama Usman Rauf yang belum berhasil ditemukan. Jajaran Anang pun masih terus mengejar bandar narkoba tersebut. “Yang lari 10 bukan 11. Sembilan di antaranya sudah ditangkap. Tinggal satu yang masih dikejar,” beber Anang.

Dia memastikan sembilan tahanan yang sudah ditangkap akan dilakukan pemberatan hukuman. Namun, Anang menepis bahwa mereka semua akan diberikan pasal hukuman mati. “Tidak, pemberatan saja,” katanya. (boy/jpnn)

loading...
Click to comment
Hukum

Jika Terbukti, Lima Oknum Petugas Jaga BNN Terancam Dipecat

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) saat ini tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap lima oknum petugas jaga tahanan di BNN. Kelima oknum petugas tersebut diduga membantu pelarian sepuluh tahanan narkoba beberapa waktu lalu.

Kepala BNN, Komjen Anang Iskandar menegaskan, jika kelima oknum tersebut terbukti membantu pelarian sepuluh tahanan, maka dirinya tidak segan-segan untuk memberikan sanksi berat. Diantaranya sanksi kode etik dan juga pidana.

Bahkan, lanjut Anang, ancaman hukuman terberat bisa sampai pada hukuman pemecatan. “Ada petugas bagian jaga, semuanya ada lima petugas jaga,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar usai sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5). “Kalau ketahuan dia berbuat curang, kami pecat,” tegas jenderal bintang tiga ini.

Ia menambahkan, oknum-oknum itu diduga membantu pelarian karena tergiur dengan iming-iming uang. Namun, Anang enggan menyebutkan siapa bandar narkoba yang memberikan uang tersebut. “Mau tahu saja kamu,” kata Anang santai.

Seperti diketahui 10 tahanan BNN kabur beberapa waktu lalu. Sembilan di antaranya sudah berhasil ditangkap. Kini tinggal satu tahanan bernama Usman Rauf yang belum berhasil ditemukan. Jajaran Anang pun masih terus mengejar bandar narkoba tersebut. “Yang lari 10 bukan 11. Sembilan di antaranya sudah ditangkap. Tinggal satu yang masih dikejar,” beber Anang.

Dia memastikan sembilan tahanan yang sudah ditangkap akan dilakukan pemberatan hukuman. Namun, Anang menepis bahwa mereka semua akan diberikan pasal hukuman mati. “Tidak, pemberatan saja,” katanya. (boy/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top