Berani Bikin Ulah di Surabaya, Siap-Siap Ditembak! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Berani Bikin Ulah di Surabaya, Siap-Siap Ditembak!

SURABAYA – Kota Surabaya ditengarai menjadi sasaran para pelaku kriminal dalam menjalankan aksi kejahatan mereka. Bahkan, bukan hanya pelaku yang memang berdomisili di Surabaya, tapi ada juga beberapa penjahat dari luar kota ditengarai sudah berani beraksi di Kota Pahlawan.

Aparat Kepolisian pun tidak tinggal diam. Mereka tidak segan-segan menembak para penjahat bila berani melawan. Itu diungkapkan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete.

Diungkapkan, saat ini timnya sudah memiliki data penjahat jalanan yang masuk incaran. “Ada beberapa kelompok yang berasal dari luar kota,” jelas Takdir.

Para bandit itu ditengarai kerap beroperasi di Sidoarjo. Biasanya mereka melakoni kejahatan kecil-kecilan seperti menjambret hingga merampas sepeda motor. Namun, tidak tertutup kemungkinan mereka melakukan kekerasan bila korbannya tidak mau menyerah.

Takdir berjanji, bila ada penjahat yang berbuat nekat, jajarannya siap menembak mereka. Polisi tidak ingin mereka leluasa beroperasi di Surabaya. “Bagi mereka yang berani bermain di Surabaya, pakai kekerasan, dan berani melawan polisi, kami tidak akan berkompromi,” tegas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 itu.

Polisi sudah memetakan kawasan yang dianggap rawan kejahatan jalanan. Kawasan itu berada di bawah wilayah hukum Polrestabes Surabaya. Polisi memetakannya berdasar kondisi yang ada. Bukan berdasar data kriminalitas yang pernah terjadi. “Angka kriminalitasnya masih kami data hingga akhir bulan nanti,” jelas Takdir.

Kecenderungannya, kawasan itu memang sepi dan minim penerangan saat malam. Antara lain, sepanjang Jalan MERR, Diponegoro, Wiyung, Sukomanunggal, Lidah, dan Gembong. Di daerah itu, memang sering terjadi tindak kejahatan jalanan dengan berbagai modus.

Mantan Wakapolres Lampung Tengah tersebut meminta warga mewaspadai beberapa kemungkinan modus pelaku kejahatan. Di daerah Sukomanunggal, sering terjadi penjambretan. Biasanya pelaku memepet korbannya yang rata-rata perempuan di atas pukul 22.00. Setelah itu, pelaku secepat kilat mengambil tas milik korban. (did/c7/git)

loading...
Click to comment
To Top