PSM Tidak Perlu Takut Sanksi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Sport

PSM Tidak Perlu Takut Sanksi

MAKASSAR,FAJARONLINE — Sanksi FIFA selalu menjadi kekhawatiran utama para klub Indonesia dalam mengambil keputusan kompetisi apa yang akan diikuti. Apalagi, PSSI selalu menjadikan hal itu sebagai alasan tidak mengikuti saran-saran Kemenpora.
Kekhawatiran itu juga menjangkiti PSM. CEO PSM Rully Habibie mempertanyakan apakah kompetisi dibawah tim transisi bisa diakui FIFA “Harapan kami, kompetisi harus tetap berjalan. Tetapi kalau dibawah tim transisi, pertanyaannya diakui FIFA nggak?,” katanya.
Hal senada disampaikan mantan Sekretaris Asprov PSSI Sulsel, Kamaruddin. Menurutnya, sepak bola adalah olahraga yang harus tunduk pada statuta. Sehingga kompetisi dibawah tim transisi yang tidak mendapat pengakuan FIFA, bisa dihitung sebagai intervensi, dalam hal ini pelanggaran statuta.
“Tetapi kita tidak perlu khawatir dengan sanksi FIFA. Potensi sepakbola negara kita terlalu besar untuk dijatuhi sanksi. Penonton saja, kita terbesar ke-empat didunia. Yang rugi FIFA jika Indonesia dikucilkan dari persepakbolaan internasional,” bebernya.
Menurut Kamaruddin, bagi FIFA dan para sponsornya seperti Adidas, Coca cola, Castrol, dan merk-merk lainnya, meng-sanksi Indonesia sama saja kehilangan pasar potensial dengan 250 juta penduduk yang rata-rata penggemar bola. “Lagi pula, negara yang pernah disanksi FIFA tidak memiliki nilai bisnis tinggi,” tutupnya.
FIFA sendiri memberi tenggat bagi PSSI hingga tanggal 29 Mei untuk membereskan kisruh. Artinya, kurang dari dua pekan lagi ancaman sanksi membayangi Indonesia. Benarkah persepakbolaan Indonesia akan hancur jika dijatuhi sanksi ?
Dalam laman resmi FIFA, ada beberapa negara yang pemerintahnya melakukan intervensi pada federasinya, namun lolos dari sanksi seperti Australia pada 2002 lalu. Adapula yang terkena sanksi namun hanya hitungan hari. Setelah disanksi rata-rata negara tersebut justru tampil moncer. Sebut saja Yunani, Iran, Irak, bahkan Brunei yang dua kali menggebuk Indonesia. (ris)
loading...
Click to comment
To Top