Rencana ke Suriah, Enam Warga Makassar Ditangkap di Surabaya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Rencana ke Suriah, Enam Warga Makassar Ditangkap di Surabaya

SURABAYA, FAJARONLINE —  Penangkapan enam warga Makassar yang rencana ke Suriah melalui Bandara Juanda Surabaya, Kamis 15 Mei lalu  masih didalami polisi. Mereka masih diamankan di Polda Jawa Timur (Jatim) sambil menunggu pemeriksaan.
Mereka merupakan h satu keluarga , di antaranya Murniati Mappa Lebu, Achmad Muadz Mustafa, Harianto Sultan Lamaddu, Siti Hajar Mustafa Mademin, dan Riduansyah. Juga ada seorang balita berusia dua tahun, Zaid Toha Fauzan.
Meski demikian  polisi belum menemukan adanya aliran dana dari luar negeri terkait pembiayaan keberangkatan mereka yang diduga kuat akan bergabung ISIS. ”Kami jual kebun dan rumah di Makassar,” ujar Murniati Mappa Lebu, istri Arman Galaxi alias Fikrul Azim Sharil dikutip JPNN. Menurut dia, hasil penjualan kebun dan rumah itu menjadi sumber pendanaan. ”Sekarang sisa sekitar Rp100 juta,” ujarnya, Minggu 17 Mei.
Anggota Densus 88 yang menahan mereka mengkhawatirkan warga Makassar itu berangkat untuk tidak pulang lagi. ”Mereka sudah begitu yakin tidak pulang  ke Indonesia. Mereka menghabiskan sisa hidupnya di sana,” ungkap petugas yang ikut menangani kasus tersebut.
Komunitas orang Indonesia yang telah bergabung dengan ISIS diperkirakan terus bertambahk. Ketika konflik di Syria maupun Iraq tersebut berakhir, mereka pasti  mencari proyek jihad baru. ”Indonesia pasti akan terkena imbasnya,” tutur petugas yang mewanti namanya tidak ditulis.
Petugas mencegah keluarga tersebut ke luar negeri karena curiga dengan gelagat mereka. Ketika ditanya, keluarga itu mengaku hendak ke Syria via Turki. Rutenya dari Penang, Malaysia, mereka transit di Bangkok, Thailand sebelum menuju Ankara, Turki.
Dari penelusuran petugas, rombongan tersebut hendak menyusul Arman Galaxi yang berada di Syria sejak tahun lalu. Nama terakhir merupakan komplotan Agung Hamid. Keduanya otak pelaku pengeboman McDonald’s Makassar pada 2002 lalu.
Agung Hamid divonis penjara seumur hidup. Sementara Arman dijatuhi putusan sepuluh tahun penjara. Namun pada 2010 Arman keluar dari penjara. (jpnn)

To Top