Delapan Sangha Ikuti Prosesi Pengambilan Air Suci – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Delapan Sangha Ikuti Prosesi Pengambilan Air Suci

TEMANGGUNG, RAJA – Ratusan biksu dan umat Budha dari dalam dan luar negeri mengikuti jalannya prosesi perayaan Waisak 2559 be/2015. Mereka termasuk dalam 8 sangha yang melakukan pengambilan air suci waisak di Umbul Jumprit, Kecamatan Ngadirejo, Minggu (31/5) kemarin.

Prosesi pengambilan air suci Waisak dimulai sekira pukul 11 .00 WIB, dengan acara puja bakti di altar yang berada di Komplek Umbul Jumprit, Kecamatan Ngadirejo. Satu per satu secara bergiliran biksu dan pengikutnya dari setiap sangha melakukan puja bakti.

Selesai puja bakti dengan membawa kendi para biksu langsung melakukan prosesi pengambilan air suci di Umbul Jumprit. Prosesi pengambilan air suci Waisak dimulai dari Sangha Mahayana dilanjutkan dari sangha-sangha lainnya. Dalam prosesi tersebut juga diikuti oleh biksu dari negara negara lain, seperti dari Nepal, Tibet, Thailand.
Menurut biksu dari Sangha Mahayana, Samantha Kausala, delapan sangha yang ikut ambil bagian prosesi ini adalah Threvada, Tantrayana, Tridharma, Kasogatan, Mahayana, Mapanbumi, Madhatantri dan Mahanikaya.

Dalam prosesi ini tidak kurang dari 12.000 botol akan diisi oleh air suci kemudian akan dibawa ke Candi Mendut untuk disakralkan. Air itu selanjutnya dibagikan kepada umat Budha pada puncak peringatan Waisak di pelataran Candi Borobudur pada 2 Juni besok.

“Air adalah simbol kehidupan yang melambangkan kedamaian dan ketenangan, diharapkan semua umat Budha mempunyai jiwa rendah hati tidak memiliki sifat sombong. Selain itu, memiliki sifat tolerenasi terhadap setiap mahluk, tidak hanya manusia namun juga mahluk-mahluk lain,” katanya.

Semantara itu ketua panitia pengambilan air berkah Waisak 2015, Martinus Nata, mengatakan persiapan pengambilan air berkah telah dimulai sejak tanggal 18 Mei yang lalu , dengan melakukan pembersihan dan pengecatan ulang area Umbul Jumprit.

“Puncaknya pada hari ini kami melakukan sarana puja kepada Tri Ratna dengan alunan ayat-ayat suci yang dilanjutkan dengan membawa air berkah dari Umbul Jumprit ke Candi Mendut,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum DPP Walubi S. Hartati Murdaya dalam sambutan tertulis yang disampaikan Bhante Pabhakaro mengatakan bahwa pengambilan air suci waisaka adalah prosesi awal peringatan hari tri suci Waisak yang puncaknya akan diperingati di pelataran Candi Mendut dan Borubudor.

Ia menuturkan puja bakti pengambilan air berkah ini dilakukan oleh masing-masing majelis agama Buddha yang berbeda-beda aliran, namun mempunyai substansi yang sama. Umbul Jumprit telah lama menjadi tempat yang disucikan oleh umat Buddha khususnya di Indonesia.

“Air merupakan salah satu sarana puja kepada triratna, air juga merupakan bagian penting dari manusia, air yang dipersembahkan kepada triratna (budha ratana, dhatma ratana dan sangha ratana) dengan rasa tulus iklas dan sujud disertai alunan ayat ayat kitab suci mempunyai daya kegaiban yang luar biasa yang berada di luar jangkuan manusia, dalam kitab suci air yang sudah disakralkan pernah digunakan oleh hyang budha untuk menolong manusia dari wabah penyakit,“ katanya.(din)

loading...
Click to comment
To Top