Kalau Aparat Tetap Malas, Reformasi Birokrasi Tinggal Dokumen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Kalau Aparat Tetap Malas, Reformasi Birokrasi Tinggal Dokumen

JAKARTA – Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi mengatakan, diperlukan sinergi dari berbagai pihak dalam mempercepat implementasi reformasi birokrasi yang dijabarkam dalam delapan area perubahan. Namun apapun yang menjadi  keinginan bangsa ini, tapi key factor tetap SDM Aparatur, yang meliputi PNS, TNI dan POLRI.

Kalau birokasi masih lambat, berbelit, malas, tidak disiplin, maka dokumen reformasi birokrasi hanya akan tinggal dokumen. “Jadi sebagai faktor utama,  SDM aparatur harus diubah dengan visi baru, misi baru, mindset baru. Ini yang dikatakan revolusi mental dan karakter,” ujar Yuddy saat membuka Jambore Reformasi Birokrasi di Jakarta, Rabu (03/06).

Karena itu komitmen pemerintahan di bawah Presiden Jokowi adalah,  bagaimana agar seluruh aparatur negara ini betul-betul punya satu visi misi dan berapa langkah yang sama dalam pelayanaan publik dan penegakan disiplin dan  budaya kerja. Kalau aparaturnya sudah bagus, lanjut Yuddy, tak akan sulit mengajak  masyarakat untuk  turut serta mencapai tujuan nasional melalui program pembangunan nasional. Melalui revolusi mental, yang dilakukan adalah perubahan mindset. Kini bukan lagi birokrat priyayi, tapi kini PNS adalah pelayan rakyat yang mau turun ke bawah.

Dalam menata struktur organisasi kelembagaan pemerintah, antara lain dilanjutkan dengan perampingan. “Setelah selesai penataan organisasi  kementerian,  akan diikuti dengan melakukan penataan lembaga non struktural, yang saat ini jumlahnya 94 lembaga.

Dijelaskan, untuk yang LNS yang tidak bermanfaat lagi akan dibubarkan, yang tumpang tindih akan dimerger, sementara yang masih diperlukan dilakukan revitalisasi. “Tahun ini mudah-mudahan selesai,” imbuh Yuddy.

Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif Kemitraan Monuca Tanuhandaru menyoroti rendahnya global competitif index yang dialami Indonesia belakangan ini. “Kami sudah menyampaikan hal ini kepada Tim Kepresidenan, dan mereka berharap agar reformasi birokrasi dapat berjalan sesuatu realitas, sehingga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. (hrm)

Click to comment
To Top