Mahasiswa UM Magelang Pamerkan Pakan Ternak Hingga Cacing Sutra – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Mahasiswa UM Magelang Pamerkan Pakan Ternak Hingga Cacing Sutra

MAGELANG, RAJA – Sebagai bentuk dari realisasi kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa peserta KKN Posdaya, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) UM Magelang mengagendakan kegiatan pameran bagi seluruh peserta KKN Posdaya ke-40. Peninjauan pameran hasil KKN hari pertama dimulai di Kecamatan Dukun yang dipusatkan di Balai Desa Sumber hari Rabu (3/6).

Ketua panitia KKN, Ir. Muhamad Aman MT mengatakan, sebanyak 87 mahasiswa mengikuti KKN di Kecamatan Dukun sejak 6 April lalu. “Mereka terdiri dari 56 peserta KKN Reguler dan 31 KKN Paralel yang tersebar di 12 dusun. Sebelum ditarik pada tanggal 13 dan 20 Juni mendatang, mereka wajib mengikuti kegiatan pameran yang menampilkan produk binaan unggulan terlebih dahulu,” ungkap Aman.
Mahasiswa Koordinator Kecamatan Hanifudin mengatakan, beberapa produk unggulan yang dipamerkan antara lain berupa pakan ternak dari pelepah pohon pisang dari Dusun Salaman, bank sampah dari Dusun Karanganyar, cacing sutra dari Dusun Garonan serta budi daya ikan cupang dari Dusun Banyubiru. “Hasil unggulan tersebut merupakan binaan KKN paralel,” jelas Hanif.
Adapun produk unggulan KKN paralel antara lain berupa produk minuman “mikul” yang berisi tomat, timun dan biji selasih yang dibuat nutrigel binaan Dusun Ngargotantro, pakan ternak olahan dari limbah jerami dan kerajinan bambu dari Dusun Gumuk. Ada pula produk pupuk organik berasal dari madu, kunir dan telur yang dijadikan pupuk cair dari Dusun Tutup Dhuwur. ”Hasilnya sudah teruji, pohon cabai berbuah lebih banyak, juga pohon mawar lebih menghasilkan banyak bunga setelah disemprot dengan pupuk yang diberi nama Madu Sari tersebut,” ungkap Aman.
Selain itu juga disuguhkan aneka camilan berbahan dasar ketela, serta kopi yang berasal dari biji salak (kenthos) yang telah dihaluskan. Kerajinan berupa topeng juga turut meramaikan pameran tersebut. Aman menilai, secara keseluruhan, produksi yang dihasilkan lebih berbobot dari penyelengaraan sebelumnya. (ig)

loading...
Click to comment
To Top