Satpol-PP Grobogan Jaring Belasan Gepeng – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Satpol-PP Grobogan Jaring Belasan Gepeng

GROBOGAN, RAJA – Setelah kemarin sukses merazia minuman keras (miras), kini satuan polisi pamong paraja (Satpol PP) Kabupaten Grobogan Jawa Tengah merazia gelandangan dan pengemis (gepeng), pengamen, orang telantar, dan orang gila.

Setidaknya dalam razia tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polres Grobogan dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) itu menangkap 25 orang. Razia dilakukan di sejumlah titik di antaranya lingkungan alun-alun Kota Purwodadi dan sejumlah tempat lainnya.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinsosnakertrans Andung Sutiyoso melalui Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertras, Wahyu Imam Rifai, Minggu (2/6).

Sejumlah titik keramaian di Kota Purwodadi, seperti alun-alun Purwodadi, Simpang Lima, pasar induk Purwodadi, terminal angkot dan emperan toko sepanjang jalan Ahmad Yani, menjadi sasaran petugas gabungan dalam melancarkan razia.

”Hasil dari razia ada 15 orang terjaring. Mayoritas adalah pengemis dan gelandangan. Mereka langsung kami data dan selanjutnya dilakukan pembinaan,” papar Rifai

Selain itu, untuk orang gila diserahkan ke tempat rehabilitasi sosial untuk pengobatan. Sedangkan untuk gelandangan akan didata dan diserahkan kepada keluarga masing-masing. Sementara pengamen dilakukan pendataan pembinaan dan dihimbau tak kembali lagi ke jalan.

Masih menurut Rifai, kegiatan penyisiran terhadap para gelandangan dilakukan karena banyak laporan dari warga Purwodadi tentang keberadaan pengamen dan gelandangan yang sempat meresahkan.

”Bagi pengemis akan dilakukan pembinaan dan gelandangan akan dikembalikan ke asalnya,” jelasnya.

Dalam razia pengemis, gelandangan, pengamen dan orang gila sempat terjadi kejar-kejaran. Para gelandangan mengetahui rombongan petugas datang menggunakan truk. Kemudian para gelandangan berhamburan lari untuk menyelamatkan diri. Beruntung petugas langsung sigap dan bisa menangkap mereka.

”Memang kami sempat kewalahan karena mereka lari begitu ada petugas datang. Padahal kami hanya melakukan pendataan dan pembinaan saja,” imbuhnya. (awg)

loading...
Click to comment
To Top