Di Kendal Ada Perda ‘Sak Uwong Sak Uwit’ – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Di Kendal Ada Perda ‘Sak Uwong Sak Uwit’

KENDAL, RAJA – Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni. Itu berarti jatuh pada hari ini, Jumat (5/6). Untuk tahun 2015 ini, bertema ‘Seven Billion Dreams. One Planet. Consume with Care’.

Sejak digelar pertama kali tahun 1972, Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengampanyekan pentingnya kelestarian lingkungan hidup, dengan tujuan menyadarkan semua pihak agar ikut bertanggungjawab merawat bumi sekaligus menjadi pelopor perubahan dan penyelamat bumi serta lingkungan hidup.

Pemerintah pun melakukan program terkait pelestarian lingkungan hidup, termasuk di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Salah satu program terkait lingkungan hidup adalah penanaman pohon yang sudah seringkali dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal. Di Kabupaten Kendal sendiri memiliki lahan pertanian seluas 24.000 hektare. Dari luas itu, 6.000 hektare di antaranya merupakan lahan kritis, sehingga membutuhkan penghijauan.

Pada akhir 2014 lalu, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti melakukan penanaman pohon di daerah pantura. Widya mengatakan, selama ini daerah Pantura dikenal sebagai daerah yang cukup panas karena kurangnya kegiatan penghijauan.

Sehingga kegiatan penanaman 1 Miliar Pohon, merupakan suatu hal yang positif untuk mengurangi terjadinya emisi gas karbon, khususnya yang ada di wilayah Kendal. “Kegiatan penanaman seperti ini, juga merupakan salah satu usaha mengurangi luasan lahan kritis di Kabupaten Kendal. Sehingga diharapkan nantinya daerah Kendal akan lebih hijau dan asri,” ujarnya.

Kegiatan penanaman pohon tersebut secara simbolis dilakukan di lapangan Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong dan dihadiri unsur Forkompinda, kepala SKPD terkait dan warga sekitar.

Bupati menambahkan, kegiatan itu bisa memotivasi masyarakat agar berpartisipasi menanam pohon baik di rumah, sekitar tempat tinggalnya dan lahan-lahan kosong yang kritis, sehingga Kendal bisa menjadi lebih sejuk dan hijau royo-royo. Akar tanaman bisa bermanfaat menyerap air hujan, sehingga tidak terjadi banjir maupun tanah longsor. Nantinya, kegiatan penanaman pohon akan dilakukan di seluruh Kabupaten Kendal. “Di Kendal sendiri, sebenarnya telah ada Perda Sak Uwong Sak Uwit (SUSU). Walaupun harus diakui, penerapannya masih membutuhkan waktu, karena banyak masyarakat yang masih belum mempunyai kesadaran terkait kegiatan penghijauan,” jelasnya.

Sedangkan untuk perawatan penanaman pohon, akan diserahkan kepada masyarakat maupun aparat pemerintah desa sekitar lokasi. Mereka diminta untuk melakukan penyiraman dan perawatan supaya pohon tersebut dapat tumbuh dengan baik. “Kesadaran masyarakat dan pemerintah desa untuk ikut berpartisipasi aktif menjaga pohon sangat dibutuhkan. Jangan sampai baru tumbuh setinggi 25 Centimeter, pohon-pohon itu dicabuti atau telah mati,” ungkapnya. (*)

loading...
Click to comment
To Top