Ditemukan Daging Ayam Busuk dan Dipotong Asal-asalan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Ditemukan Daging Ayam Busuk dan Dipotong Asal-asalan

TEMANGGUNG, RAJA – Menjelang bulan suci Ramadhan, tim gabungan yang terdiri dari  Disperibdagkop, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Kantor Ketahanan Pangan, dan Polres Temanggung terus gencar melakukan razia makanan. Setelah merazia makanan jajanan, kali ini tim gabungan merazia daging.

Seperti yang dilakukan Kamis (4/6) kemarin, tim gabungan melakukan sidak daging ayam dan daging sapi yang dijualan di Pasar Kliwon Temanggung.

Dalam sidak tersebut petugas menemukan beberapa daging ayam busuk namun masih dijual oleh para pedagang. Selain itu petugas juga menemukan beberapa ayam yang dipotong secara tidak sempurna.

Menurut Kepala Seksi Pengembangan Usaha Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Kopersi (Disperindagkop) Temanggung Eko Wari, di sela-sela sidak bahwa tim menemukan daging basi yang masih dijual oleh pedagang. “Daging tersebut langsung kita amankan, selain tim juga menemukan ayam yang dipotong secara tidak sempurna,” tuturnya.

“Dari keterangan para pedagang  daging yang dipotong tidak sempurna tersebut berasal dari pemasok, jadi besuk kita akan panggil para pemasok sebagai langkah pembinaan, agar hal tersebut tidak terulang,” katanya.

Sementara untuk daging sapi dan kambing di Pasar Kliwon Temanggung, Eko Wari mengaku tidak menemukan daging yang tidak layak konsumsi. Namun tim terus akan memantau peredaran daging di Temanggung. Pasalnya, sekitar sebulan yang lalu telah ditemukan adanya cacing hati di hati sapi yang dijual di Pasar Ngadirejo.

“Sebulan yang lalu kita temukan cacing  hati di Pasar Ngadirejo, kita sita dan musnahkan agar tidak dikonsumsi. Kami berharap agar masyarakat menjadi konsumen yang cerdas, pedagang  juga bisa menjual daging yang benar-benar layak konsumsi,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu pedagang daging ayam, Atik, mengaku tidak tahu kalau proses penyembelihannya tidak sempurna karena daging ayam tersebut didapat dari para  pemotong. Hal tersebut dimungkinkan karena saat ini banyak pesanan jadi pemasok memotongan asal-asalan.

“Biasanya sih gak seperti ini, mungkin karena prepegan jadi banyak pesanan sehingga potongnya ngawur,” katanya. (din)

loading...
Click to comment
To Top