Kreatif! Ikatan Cincin dari Bonggol Jagung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hiburan

Kreatif! Ikatan Cincin dari Bonggol Jagung

DEMAM gemstone atau lebih dikenal dengan batu akik semakin menggila. Para pemakai batu pun bervariasi, dari yang anaka-anak hingga orang tua. Tren batu akik membuat semakin banyak perajin batu bermunculan. Termasuk mereka yang kreatif memroduksi perangkat pendukung batu, seperti ikat cincin.

Ikat cincin batu akik yang juga biasa disebut emban biasanya terbuat dari bahan logam antara lain titanium, monel atau alloy, besi putih, hingga emas. Namun, belakangan di Pati muncul emban berbahan bonggol (tongkol) jagung.

Bagi kebanyakan orang, bonggol jagung dibuang begitu saja dan tidak digunakan. Namun di tangan seorang warga Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, Pati Anjis Saputra, bonggol jagung dibuat kerajinan bernilai jual tinggi dan bahkan paling dicari karena keunikannya.

Dengan kreatifitas Anjis, barang terbuang dan mudah didapat itu disulap menjadi ikat cincin batu akik yang terbilang unik. Ide pembuatan barang kreatif itu diakuinya tidak terlepas dari semakin bermunculan para penggila batu akik.

Ingin tampil beda dengan yang lain, Anjis lalu berpikir untuk membuat ikat cincin yang sama sekali berbeda dan unik. Ide itu pun terealisasi menjadi karya seni kreatif begitu melihat banyak bonggol jagung dibuang petani di sekitar kediamannya. Dia pun mulai bereskperimen dengan bonggol jagung yang bertekstur bolong-bolong.

Dari beberapa percobaan membuat ikat cincin akik, akhirnya jadi karya yang menarik dan sama sekali berbeda dengan emban kebanyakan. Tidak semua bonggol jagung dapat dibuat emban. Harus dipilih bahan yang berukuran sesuai dengan diameter jari manusia. Selanjutnya bonggol dipotong menjadi dua bagian lantas digerindra hingga bulat dengan permukaannya halus.

Langkah berikutnya mengebor untuk membuat lubang sehingga menjadi cincin. Untuk memasang batu akik, dia pun mengunakan lem berdaya rekat tinggi. Agar lebih mengilap, bonggol pun dihaluskan dengan mata gurindam yang lebih soft yang diakhiri dengan pewarnaan dengan cat semprot.

Itu dilakukan tanpa menghilangkan tekstur bonggol janggung agar keunikannya terjaga. Harga untuk satu ikat cincin batu akik Anjis mematok harga antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Perbedaan harga itu bergantung pada bentuk motif dan tingkat kesulitan pembuatan. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top