Wah, Ijazah Kepala Daerah Ternyata Banyak yang Palsu! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Wah, Ijazah Kepala Daerah Ternyata Banyak yang Palsu!

DENPASAR – Penggunaan ijazah palsu oleh pejabat didaerah ternyata marak terjadi. Parahnya, yang menggunakan ijazah palsu itu justru setingkat kepala daerah, mulai dari Bupati/Walikota hingga Gubernur.

Hal itu diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Yuddy Chrisnandi saat menghadiri acara pelatihan sinergi kampanye revolusi mental dan reformasi birokrasi di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Jum’at (5/6).

“Informasinya didaerah juga banyak yang gunakan ijazah palsu. Setingkat Gubernur ada, tapi yang banyak itu kepala daerah setingkat bupati juga banyak. Untuk itu kami saat ini sedang melakukan klarifikasi,” beber Yuddy.

Ketika ditanya nama dan daerah mana saja yang terlibat dalam penggunaan ijazah palsu tersebut? Yuddy enggan untuk membeberkan secara detail.  Yuddy hanya membeberkan kalau memang ada banyak pejabat daerah yang menjadi korban perguruan tinggi abal-abal yang berani mengeluarkan ijazah palsu kepada orang-orang.

“Saat ini kami belum lakukan rekapitulasi secara umum. Tapi berdasarkan informasi memang banyak pejabat daerah yang menjadi korban dari perguruan tinggi abal-abal yang mengeluarkan ijazah,” katanya.

“Pada dasarnya salah satu ingin meningkatkan status dengan cepat dengan cara tidak jujur, yang satu melakukan kejahatan pidana dengan membuat sertifikat,” tambahnya.

Olehnya itu, untuk membongkar keterlibatan para pejabat yang menggunakan ijazah palsu, KemenPAN-RB saat ini telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kepolisian melalui rapat koordinasi.

Dari hasil pertemuan itu, Kemenristek dan Dikti akan mengeluarkan daftar merah perguruan tinggi tanpa izin. Sementara Polri dalam perananannya akan mengusut laporan masyarakat yang mengadukan adanya ijazah palsu.

“Kita sama-sama bekerja dalam menangani kasus ini. Jika tidak ada halangan, minggu depan kita akan lakukan rekapitulasi dugaan adanya penggunaan ijazah palsu oleh pejabat atau birokrat didaerah,” pungkasnya. (hrm)

Click to comment
To Top