Widhi Dinilai Ideal, Hendi Siap Siapa Saja – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Widhi Dinilai Ideal, Hendi Siap Siapa Saja

SEMARANG, RAJA – Hingga kini, siapa yang bakal calon wakil walikota mendampingi incumbent Hendrar Prihadi sebagai bakal calon walikota yang diusung PDI Perjuangan dalam Pemilihan Walikota Semarang, masih misterius. PDIP telah menggodok 12 nama. Bahkan, konon tinggal empat nama yang sudah dikirim ke DPP.

Dari 12 nama itu, tidak semuanya dari politisi. Ada juga dari akademisi, yaitu Widhi Handoko. Meski tergolong baru di kancah politik, namun nama Widhi kini menjadi perbincangan, terutama di kalangan internal PDIP.

Selain Widhi, masih ada 11 nama lagi yang masuk sebagai bakal calon wakil. Mereka adalah Claudyna Chlastiningrum, Dewi Susilo, Dyah Rama, Falah Widya, Giyanto, Hanik Khoiru Sholikah, Hermansyah Bakrie, Hevearita, Jayanto Arus Adi, Kadar Lusman, dan Purnomo Ari Wibowo.

Kemunculan nama Widhi mendapat apresiasi positif, terutama dari sesama kalangan akademisi. Dalam program kerjanya Widhi sejak awal mencalonkan diri sebagai balon wakil dirinya mempunyai ide membangun Kota Semarang lebih modern sebagai Kota Berlian Segitiga Emas (Kota Agro, Kota Wisata dan Kota Niaga/Perdagangan-Industri).

Rektor Universitas Diponegoro, Prof Yos Johan Utama, menilai, saat ini masyarakat masih terkotakan dengan dua nama balon walikota yang muncul. “Masyarakat saat ini masih melihat seperti terkotakan dengan adanya dua balon walikota yakni Hendrar Prihadi dan Soemarmo, padahal masih ada figur lainnya yang cukup penting yakni balon wakil walikota,” katanya, kemarin.

Dia juga menilai, posisi wakil walikota juga memiliki andil dalam pemerintahan saat mendampingi walikota terpilih nantinya. Dari sejumlah nama bakal calon wakil walikota, dia melihat sosok Widhi sebagai akademisi yang memiliki kapabilitas dan popularitas untuk mendampingi salah satu balon walikota Semarang.

“Jika terlihat di spanduk dan baliho berpasangan dengan Hendrar Prihadi, maka saya melihat idealis juga. Butuh seorang pemikir akademisi dalam kapabilitasnya pada ilmu yang dimiliki Widhi Handoko yakni ahli Hukum Agraria,” tambahnya.

Dia juga memuji Widhi. “Dia memiliki kapabilitas di bidang doktoral ilmu hukum ahli pertanahan dan tata ruang, saya sangat mengenalnya. Dia juga memiliki basis organisasi dengan jaringannya yang cukup luas, ketua alumni Kenotariatan Undip, juga seorang yang low profil, sehingga popularitasnya cukup bagus dan elektabilitasnya bisa terangkat karena mempunyai popularitas yang cukup tinggi,” katanya.

Ia menilai, secara umum elektabilitas dan kapabilitas Widhi akan membantu partai pengusungnya dalam koalisi yang dimotori PDI-P.

Alasan lainnya Widhi Handoko memiliki basis masa dan dukungan yang nyata dari berbagai LSM dan ormas-ormas yang ia terjuni. “Jangan lupa juga, kapabilitas keahlian sebagai ahli di bidang agraria dan tata ruang diharapkan dapat memberikan sumbangsih nyata dalam penataan infrastruktur dan tata kota,” tuturnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Undip Semarang Turtiyantoro, menyatakan bahwa potensi yang besar itu ada pada kriteria yang dimiliki oleh calon wakil itu sendiri. Ide atau pemikiran yang jauh kedepan tentang pembangunan dan penataan tata kota sehingga Kota Semarang bisa mengimbangi kemajuan kota lain seperti Bandung, Surabaya dan kota metropolitan lainnya.

“Dibutuhkan ide dan pemikiran bagaimana memanfaatkan peluang besar yang dimiliki Semarang, jangan sampai Kota Semarang terlalu lama pada kondisi seperti ini. Selain ide, tentunya butuh juga kriteria wakil yang bisa kerja dan dapat dukungan yang banyak dari masyarakat,” ujarnya.

Lalu, siapa yang akan dipilih oleh Hendrar Prihadi untuk mendampingi dirinya? Bakal calon walikota dari PDI Perjuangan ini siap berpasangan dengan siapa saja pada Pilwalkot nanti asalkan pasangannya itu mampu mendongkrak perolehan suara. “Saya siap mengikuti semua bagian proses rekrutmen calon oleh DPP PDI Perjuangan,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, di sela uji kepatutan dan kelayakan bakal calon di Semarang, kemarin.

Uji kelayakan dan kepatutan yang ditangani DPP PDI Perjuangan itu, diikuti oleh bakal calon dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah yang akan menggelar pilkada pada 2015, termasuk Kota Semarang.

Ada empat fungsionaris DPP PDI Perjuangan yang melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap para bakal calon, yakni Utut Adianto, Juliari P Batubara, Prof Hendrawan Supratikno, dan M. Prakosa.

Sebagai kader, Hendi menyerahkan keputusan rekomendasi kepada DPP PDI Perjuangan, termasuk pasangannya pada Pilkada Kota Semarang 2015 jika rekomendasi sebagai calon wali kota diberikan kepadanya.

Hendi yang juga incumbent Walikota Semarang itu, mengatakan siap dipasangkan dengan siapapun calon wakil wali kota, namun diharapkan calon wakil wali kota harus menambah atau mendongkrak perolehan suara.

“Sebagai kader, saya ikuti ‘fit and proper test’ sebagai bagian dari proses rekrutmen. Kali ini wawancara yang materinya terkait komitmen kepartaian dan pengembangan Kota Semarang,” katanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang itu, mengakui komunikasi dengan DPP PDI Perjuangan selalu dilakukan, namun tidak pernah membicarakan hasil tes maupun rekomendasi calon wali kota dan wakilnya.

“Semua keputusan saya serahkan DPP. Namun, kalau untuk calon wali kota yang penting bagi saya harus bisa menambah perolehan suara pada pilwakot mendatang,” katanya.

DPP PDIP menggelar uji kelayakan bagi para bakal calon yang mendaftarkan diri dalam Pilwalkot di DPC PDI P Semarang di Panti Marhaen, Kamis (4/6).

Menurut Ketua Bappilu DPC PDIP Kota Semarang, Supriyadi, dalam uji kelayakan ini ada empat penguji. “Kali ini pengujinya adalah Juliari Batubara, M Prakosa, Hendrawan Pratikno dan Putut Adianto. Tiap penguji sudah menyiapkan bahan untuk disodorkan pada peserta,” kata Supriyadi.

Diharapkan dalam hasil uji kelayakan yang difasilitasi oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDI P Jawa Tengah ini akan muncul sosok yang pantas untuk mewakili PDI P dalam bursa Pilwakot akhir Desember nanti.

Peserta yang hadir dalam uji kelayakan ini adalah dua balon walikota, yakni Hendrar Prihadi dan Bambang Husodo, serta tujuh balon wakil walikota. Mereka adalah Kadarlusman, Hermansyah Bakrie, Purnomo Ari W, Claudya Chlastriningrum, Widhi Handoko, Dewi Susilo, dan Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Jumlah peserta sudah berkurang dari jumlah pendaftar sebelumnya yang mencapai 12 orang. Mereka yang hadir tersebut merupakan peserta yang mendapatkan undangan dari DPP. (ac-dbs)

loading...
Click to comment
To Top