Bongkar 17 Rumah Untuk Pipa Gas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Bongkar 17 Rumah Untuk Pipa Gas

SEMARANG, RAJA – Lahan bekas asrama PT KAI diwilayah Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang yang telah dibersihkan dalam waktu dekat akan dibangun kontruksi terminal petikemas.

Menejer Humas PT KAI Suprapto, ditemui diruang kerjanya, Jumat (5/6) mengungkapkan, lahan saat ini telah dibersihkan dari puing-puing bekas bangunan. “Setelah dibersihkan akan segera dilakukan tahap pembangunan kontruksi,” ungkapnya.

Tidak saja lahan untuk penumpukan peti kemas namun lahan lebih dari 5000 meter persegi itu juga akan dilengkapi dengan kontruksi kantor administrasi.

Sementara itu, guna mendukung ketersediaan gas diwilayah pantau utara pulau Jawa (Pantura) PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan pembongkaran sebanyak 17 rumah di wilayah stasiun Brumbung, Mranggen, Kabupaten Demak.

Ditemui diruang kerjanya, menejer humas PT KAI Suprapto, Jumat (5/6) mengungkapkan, embongkaran rumah diatas lahan PT KAI dilakukan sebagai upaya penyediaan area lahan untuk penanaman pipa Pertamina Gas (Pertagas).

Lahan seluas 5.000 meter persegi, tambah dia, merupakan pekerjaan selama dua hari yakni Kamis (4/6) dan Jumat (5/6) yang direncanakan dikerjakan dari Kota Semarang hingga Gresik Jawa Timur. “Untuk ketersediaan lahan, pihak PT KAI Daop 4 Semarang melaksanakan penertiban kepada 17 warga kelurahan Kembangarum RT 01/RW 01, Mrangen, Demak, yang menempati lahan PT KAI di wilayah Stasiun Brumbung, dengan luas yang ditertibkan mencapai 5.000 m2,” ungkanya.

Pembongkaran dilakukan, setelah erusahaan jasa transportasi itu melaksanakan tahapan sosialisasi dan memberikan uang ganti pembongkaran keppada 17 warga tersebut. “Total biayanya sebesar Rp 295.778.500,” ungkapnya.

Dasar perhitungannya pengantian tersebut sesuai SOP Penertiban lahan aset PT KAI, yaitu 250ribu/m2 bagi bangunan permanen dan 200ribu/m2 bagi bangunan semi permanen.

Lokasi migas, akan diletakkan tidak jauh dari jalur kereta api. Dimana, keberadaan gas diharapkan akan mampu mempercepat pelaksanaan distribusi gas ke rumah warga.(*)

loading...
Click to comment
Ragam

Bongkar 17 Rumah Untuk Pipa Gas

SEMARANG, RAJA – Lahan bekas asrama PT KAI diwilayah Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang yang telah dibersihkan dalam waktu dekat akan dibangun kontruksi terminal petikemas.

Menejer Humas PT KAI Suprapto, ditemui diruang kerjanya, Jumat (5/6) mengungkapkan, lahan saat ini telah dibersihkan dari puing-puing bekas bangunan. “Setelah dibersihkan akan segera dilakukan tahap pembangunan kontruksi,” ungkapnya.

Tidak saja lahan untuk penumpukan peti kemas namun lahan lebih dari 5000 meter persegi itu juga akan dilengkapi dengan kontruksi kantor administrasi.

Sementara itu, guna mendukung ketersediaan gas diwilayah pantau utara pulau Jawa (Pantura) PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan pembongkaran sebanyak 17 rumah di wilayah stasiun Brumbung, Mranggen, Kabupaten Demak.

Ditemui diruang kerjanya, menejer humas PT KAI Suprapto, Jumat (5/6) mengungkapkan, embongkaran rumah diatas lahan PT KAI dilakukan sebagai upaya penyediaan area lahan untuk penanaman pipa Pertamina Gas (Pertagas).

Lahan seluas 5.000 meter persegi, tambah dia, merupakan pekerjaan selama dua hari yakni Kamis (4/6) dan Jumat (5/6) yang direncanakan dikerjakan dari Kota Semarang hingga Gresik Jawa Timur. “Untuk ketersediaan lahan, pihak PT KAI Daop 4 Semarang melaksanakan penertiban kepada 17 warga kelurahan Kembangarum RT 01/RW 01, Mrangen, Demak, yang menempati lahan PT KAI di wilayah Stasiun Brumbung, dengan luas yang ditertibkan mencapai 5.000 m2,” ungkanya.

Pembongkaran dilakukan, setelah erusahaan jasa transportasi itu melaksanakan tahapan sosialisasi dan memberikan uang ganti pembongkaran keppada 17 warga tersebut. “Total biayanya sebesar Rp 295.778.500,” ungkapnya.

Dasar perhitungannya pengantian tersebut sesuai SOP Penertiban lahan aset PT KAI, yaitu 250ribu/m2 bagi bangunan permanen dan 200ribu/m2 bagi bangunan semi permanen.

Lokasi migas, akan diletakkan tidak jauh dari jalur kereta api. Dimana, keberadaan gas diharapkan akan mampu mempercepat pelaksanaan distribusi gas ke rumah warga.(*)

loading...
Click to comment
Ragam

Bongkar 17 Rumah Untuk Pipa Gas

SEMARANG, RAJA – Lahan bekas asrama PT KAI diwilayah Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang yang telah dibersihkan dalam waktu dekat akan dibangun kontruksi terminal petikemas.

Menejer Humas PT KAI Suprapto, ditemui diruang kerjanya, Jumat (5/6) mengungkapkan, lahan saat ini telah dibersihkan dari puing-puing bekas bangunan. “Setelah dibersihkan akan segera dilakukan tahap pembangunan kontruksi,” ungkapnya.

Tidak saja lahan untuk penumpukan peti kemas namun lahan lebih dari 5000 meter persegi itu juga akan dilengkapi dengan kontruksi kantor administrasi.

Sementara itu, guna mendukung ketersediaan gas diwilayah pantau utara pulau Jawa (Pantura) PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan pembongkaran sebanyak 17 rumah di wilayah stasiun Brumbung, Mranggen, Kabupaten Demak.

Ditemui diruang kerjanya, menejer humas PT KAI Suprapto, Jumat (5/6) mengungkapkan, embongkaran rumah diatas lahan PT KAI dilakukan sebagai upaya penyediaan area lahan untuk penanaman pipa Pertamina Gas (Pertagas).

Lahan seluas 5.000 meter persegi, tambah dia, merupakan pekerjaan selama dua hari yakni Kamis (4/6) dan Jumat (5/6) yang direncanakan dikerjakan dari Kota Semarang hingga Gresik Jawa Timur. “Untuk ketersediaan lahan, pihak PT KAI Daop 4 Semarang melaksanakan penertiban kepada 17 warga kelurahan Kembangarum RT 01/RW 01, Mrangen, Demak, yang menempati lahan PT KAI di wilayah Stasiun Brumbung, dengan luas yang ditertibkan mencapai 5.000 m2,” ungkanya.

Pembongkaran dilakukan, setelah erusahaan jasa transportasi itu melaksanakan tahapan sosialisasi dan memberikan uang ganti pembongkaran keppada 17 warga tersebut. “Total biayanya sebesar Rp 295.778.500,” ungkapnya.

Dasar perhitungannya pengantian tersebut sesuai SOP Penertiban lahan aset PT KAI, yaitu 250ribu/m2 bagi bangunan permanen dan 200ribu/m2 bagi bangunan semi permanen.

Lokasi migas, akan diletakkan tidak jauh dari jalur kereta api. Dimana, keberadaan gas diharapkan akan mampu mempercepat pelaksanaan distribusi gas ke rumah warga.(*)

loading...
Click to comment
To Top